Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Industri penerbangan nasional menghadapi tekanan berat setelah jumlah penumpang domestik turun signifikan dari 102 juta orang pada 2018 menjadi sekitar 70 juta penumpang per tahun saat ini. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi dan tingginya harga tiket, pelaku industri menilai terbatasnya persaingan maskapai turut memperburuk penurunan pasar domestik.
Pengamat aviasi Alvin Lie menilai kebijakan pembatasan usia impor pesawat menjadi salah satu faktor yang menghambat masuknya pemain baru di industri penerbangan nasional.
"Pesawat dengan kendaraan lainnya tidak bisa disamakan. Pesawat yang dalam tanda kutip 'tua', baik usia 10, 20 ataupun 30 tahun, tetap bisa terjaga dengan tiga prinsip utama," ujar Alvin Lie seperti dikutip, Kamis (13/5/2026).
Baca Juga:Pesawat Frontier Bawa 231 Orang Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas, Potongan Tubuh Korban Berserakan
Menurut dia, kebijakan pemerintah pada 2015-2016 yang membatasi usia impor pesawat maksimal 15 tahun menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi maskapai baru. Aturan tersebut memaksa maskapai menanggung biaya sewa armada yang lebih mahal karena pilihan pesawat menjadi terbatas.
Pemerintah memang telah melonggarkan aturan melalui Keputusan Menteri Nomor 115 Tahun 2020 dengan menaikkan batas usia pesawat impor menjadi 20 tahun. Namun, kalangan aviasi menilai relaksasi itu masih belum cukup untuk memperluas pilihan armada dan meningkatkan daya saing industri penerbangan domestik.
Alvin menjelaskan bahwa usia kalender pesawat bukan faktor utama penentu keselamatan penerbangan. Menurutnya, aspek terpenting justru terletak pada kelaikudaraan atau airworthiness yang dijaga melalui standar perawatan ketat dan berkelanjutan.
Ia menyebut terdapat tiga prinsip utama yang menjaga keselamatan pesawat, yakni perawatan berjenjang, prinsip safe life dan fail safe, serta kelaikudaraan. Dalam perawatan berjenjang, pesawat menjalani inspeksi rutin mulai dari A-Check hingga D-Check yang mencakup pembongkaran menyeluruh untuk memeriksa struktur, korosi, kabel, dan sistem pipa.
Baca Juga:Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian MenyusutSelain itu, prinsip safe life memastikan setiap komponen diganti sebelum mencapai batas kegagalan, sedangkan fail safe menjamin struktur pesawat tetap aman meski terjadi kerusakan pada salah satu bagian. Regulator kemudian memberikan izin terbang setelah seluruh persyaratan teknis dan perawatan dipenuhi.
Alvin menambahkan pesawat dengan usia operasional tinggi justru mendapat pengawasan dan inspeksi tambahan yang lebih ketat, termasuk fatigue testing serta pencegahan korosi. Karena itu, menurut dia, keselamatan penerbangan tidak dapat diukur semata dari usia armada.
Ia menegaskan kualitas perawatan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan operasional maskapai. Dengan regulasi yang lebih adaptif, industri penerbangan diharapkan mampu meningkatkan kembali jumlah penumpang dan memperkuat persaingan di pasar domestik.









