466.535 Lembar Rupiah Dimusnahkan, BI Ungkap Benteng Tangguh Memutus Peredaran Uang Palsu
Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan transaksi keuangan masyarakat dari ancaman kejahatan perbankan. Bekerja sama dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), bank sentral baru saja memusnahkan ratusan ribu lembar uang palsuyang berhasil disita dari berbagai penjuru Tanah Air.
Eksekusi pemusnahan barang bukti kejahatan ekonomi ini dilakukan pada Rabu (13/5/2026) yang berlangsung di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta. Kertas-kertas rupiah palsu tersebut dihancurkan menggunakan mesin peracik khusus hingga menjadi cacahan sangat kecil sehingga wujud aslinya lenyap tak bersisa.
Baca Juga: Kronologi 2 WN Liberia Ditangkap terkait Kasus Penipuan Modus Black Dollar
"Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan tersebut berjumlah 466.535 lembar, yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional, selama periode 2017 hingga November 2025," ujar Deputi Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali dalam konferensi pers di gedung BI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Langkah pembersihan peredaran uang bodong ini merupakan perwujudan mandat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Upaya preventif dan represif dari aparat penegak hukum tersebut rupanya membuahkan hasil positif di lapangan.
Berdasarkan catatan otoritas moneter, tren temuan uang bodong menunjukkan grafik penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi aparat penegak hukum dan peningkatan teknologi pengaman pada lembaran uang kertas edisi terbaru.
"Jumlah temuan uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024-2025, dan terus menurun menjadi 1 ppm pada April 2026," jelas Ricky.
Baca Juga: Mata Uang yang Paling Banyak Dipalsukan di Dunia, Dolar AS Jadi Target Utama
Menyusutnya ruang gerak sindikat pemalsu uang ini sejalan dengan kualitas Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 yang semakin mumpuni. Bahkan, desain dan sistem keamanan mata uang Garuda telah mendapatkan berbagai pengakuan prestisius di kancah internasional.Pecahan Rp50.000 TE 2022 berhasil meraih peringkat ketiga dunia sebagai uang yang paling aman dan sulit dipalsukan berkat 17 unsur pengaman canggih di dalamnya. Di sisi lain, otoritas memastikan bahwa produk uang tiruan yang selama ini beredar di pasaran sebenarnya dibuat secara amatiran.
"Dapat kami sampaikan juga bahwa berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah, dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," ungkapnya.
Dia menekankan soal kewaspadaan warga tetap menjadi benteng pertahanan paling tangguh dalam memutus mata rantai peredaran uang palsu. BI bersama aparat kepolisian dan kejaksaan akan terus menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Pemahaman visual dan taktil yang baik akan sangat membantu warga terhindar dari kerugian akibat menerima lembaran uang palsu. Selain rutin mengecek keaslian, publik juga diminta untuk tidak merusak wujud fisik uang agar fitur keamanannya tetap berfungsi secara optimal.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang Rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Rawat Rupiah dengan menerapkan 5 Jangan; Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi," tukas Ricky.









