IHSG Ditutup Ambruk ke Level 6.905, Mayoritas Saham di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (11/5), seiring tekanan yang terjadi di mayoritas sektor saham. Pelemahan indeks turut dipengaruhi aksi jual investor pada saham sektor keuangan, teknologi, hingga energi.
Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), IHSG turun 63,78 poin atau 0,92 ke level 6.905. Sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 263 saham menguat, 463 saham melemah, dan 213 saham stagnan. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp20,3 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 39 miliar saham.
Baca Juga:IHSG Siang Terkapar Makin Parah usai Jatuh 1,14 ke Level 6.890
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks unggulan. Indeks LQ45 turun 1,26 ke level 668, indeks JII melemah 0,96 ke 446, indeks IDX30 terkoreksi 1,19 ke 376, dan indeks MNC36 turun 1,19 ke posisi 293.
Mayoritas indeks sektoral berada di zona merah, dipimpin sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, keuangan, properti, industri, teknologi, energi, bahan baku, transportasi, dan kesehatan. Sementara itu, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.Baca Juga:IHSG Senin Pagi Dibuka Melemah ke 6.959, Transaksi Awal Rp629 Miliar
Di jajaran top gainers, saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melesat 34,67 ke Rp202, disusul PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 34,62 ke Rp140, serta PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 34,16 ke Rp216. Adapun saham yang masuk top losers antara lain PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun 15 ke Rp340, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melemah 14,91 ke Rp388, dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) terkoreksi 14,90 ke Rp2.970.










