Kejagung Lelang Ferrari hingga Harley Davidson, Target Rp100 Miliar

Kejagung Lelang Ferrari hingga Harley Davidson, Target Rp100 Miliar

Nasional | sindonews | Minggu, 10 Mei 2026 - 15:12
share

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) membuka lelang ratusan barang rampasan negara. Barang yang dilelang mulai dari mobil Ferrari, Harley Davidson, hingga tas mewah.

Kegiatan itu diperkenalkan kepada publik saat Car Free Day di GBK, Jakarta, Minggu (10/5/2026). BPA menargetkan transaksi lelang mencapai Rp100 miliar dalam BPA Fair 2026.

Ratusan aset sitaan dipamerkan di Gate 6 Gelora Bung Karno. Masyarakat terlihat memadati area pameran sejak pagi hari. Sejumlah kendaraan mewah berjajar rapi menarik perhatian pengunjung CFD. Ferrari 488 dibuka dengan harga Rp6,59 miliar. Ducati Superleggera V4 dibanderol mulai Rp1,47 miliar.

Baca juga: Barang Lelang Hasil Rampasan Dipamerkan Kejagung di CFD, Ada Ferrari hingga Lukisan Emas

Selain kendaraan, BPA memamerkan tas Hermes, Dior, dan Louis Vuitton. Ada juga perhiasan, logam mulia, hingga lukisan emas bernilai tinggi. Seluruh barang telah melalui proses kurasi dan perawatan. Pengunjung diperbolehkan melihat langsung kondisi barang lelang. Banyak warga memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari informasi lelang.Kepala BPA Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan seluruh masyarakat bisa mengikuti lelang tersebut. Peserta hanya perlu membuat akun dan menyetor uang jaminan. Setelah itu, peserta mengikuti lelang sesuai jadwal yang ditentukan. BPA juga membuka pendaftaran akun langsung di lokasi acara. “Semua masyarakat bisa ikut,” ujar Kuntadi.

Lihat video: Kejagung Sulap Area CFD Jadi Galeri Lelang Tas Mewah dan Kendaraan Koruptor!

Menurut Kuntadi, kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan BPA kepada masyarakat. Sebab, masih banyak warga belum mengenal fungsi Badan Pemulihan Aset. Padahal, BPA sudah dua tahun melakukan penjualan aset rampasan negara. “Kami ingin lebih membuka diri kepada masyarakat,” katanya. CFD dipilih karena menjadi ruang publik dengan pengunjung lintas kalangan.

BPA Fair 2026 akan berlangsung pada 18-21 Mei mendatang. Acara itu menjadi kolaborasi BPA dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Syariah Indonesia. BPA juga bekerja sama dengan layanan lelang.go.id.

Kuntadi menegaskan lelang aset bukan sekadar penjualan barang sitaan. Hasil lelang digunakan untuk mempercepat pemulihan kerugian negara dan korban kejahatan. Karena itu, BPA ingin proses pengelolaan aset berjalan transparan dan terbuka. “Kami ingin mempercepat pemulihan kerugian negara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia BPA Fair 2026, Baringin, menyebut target PNBP tahun ini cukup besar. BPA menargetkan pemulihan aset negara menembus lebih dari Rp2 triliun pada 2026. Menurut dia, seluruh barang bukti yang sudah inkracht memiliki nilai ekonomi. Karena itu, proses lelang harus transparan dan akuntabel. “Harapan kami di atas Rp2 triliun,” kata Baringin.

Topik Menarik