Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut

Tekan Biaya Logistik, ALDEI-ASDP Kolaborasi Perkuat Jalur Laut

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:08
share

Gejolak global dan melonjaknya harga avtur mulai mengubah peta industri logistik nasional. Di tengah tekanan biaya pengiriman udara yang terus meningkat, pelaku industri kini melirik jalur laut sebagai solusi distribusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Momentum tersebut dimanfaatkan Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) dengan menjalin kemitraan strategis bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Swiss-Belinn Cawang, Jakarta, oleh Ketua ALDEI Imam Sedayu Pusponegoro dan Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse.

Ketua ALDEI, Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan, kerja sama ini menjadi respons konkret terhadap tekanan yang tengah dihadapi industri logistik akibat ketidakpastian geopolitik global dan kenaikan harga avtur yang berdampak langsung pada biaya pengiriman udara.

Baca Juga: Sejalan Asta Cita Pemerintahan Prabowo, ALDEI Dukung Permen No.8 2025 Komdigi

"Kondisi global yang tidak menentu serta kenaikan harga avtur telah berdampak langsung pada meningkatnya biaya logistik udara. Hal ini mendorong perlunya alternatif yang lebih stabil dan efisien, salah satunya melalui optimalisasi logistik maritim," ujar Imam dalam keterangan tertulis dikutip, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, lonjakan harga avtur telah memicu kenaikan tarif pengiriman udara secara signifikan, terutama untuk sektor e-commerce dan layanan pengiriman cepat. Dampaknya, banyak pelaku usaha mulai mengalihkan distribusi ke moda laut demi menekan biaya operasional.

Selain menekan margin perusahaan logistik yang bergantung pada pengiriman udara, kenaikan biaya distribusi juga dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Melalui kemitraan tersebut, ALDEI dan ASDP akan mengembangkan ekosistem logistik maritim yang lebih terintegrasi. Sejumlah fokus kerja sama meliputi peningkatan kualitas layanan logistik laut, promosi penggunaan jalur maritim, pengembangan model bisnis logistik berbasis laut, hingga forum kajian strategis antar pemangku kepentingan.

Baca Juga: Turunkan Biaya Logistik, Kemenhub dan Kementerian BUMN Perkuat KoordinasiImam menilai, Indonesia sebagai negara kepulauan seharusnya menjadikan logistik laut sebagai tulang punggung distribusi nasional. Moda laut dinilai memiliki keunggulan dari sisi kapasitas besar dan efisiensi biaya, terutama untuk pengiriman skala menengah hingga besar.

"Indonesia adalah negara kepulauan. Sudah seharusnya logistik laut menjadi tulang punggung distribusi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan jalur laut yang lebih optimal, sehingga biaya logistik bisa ditekan dan akses distribusi menjadi lebih merata," katanya.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sistem logistik nasional melalui sinergi antara platform digital logistik dan infrastruktur transportasi laut. Integrasi tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi sekaligus transparansi rantai pasok nasional.

Ditegaskan juga, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal menuju pembangunan ekosistem logistik nasional yang lebih tangguh dan kompetitif di tengah tekanan ekonomi global.

"MoU ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi industri logistik nasional dan masyarakat luas," tutup Imam.

Topik Menarik