Erin Wartia Siap Penuhi Panggilan Polisi soal Dugaan Penganiayaan ART, Klaim Punya Bukti Kuat

Erin Wartia Siap Penuhi Panggilan Polisi soal Dugaan Penganiayaan ART, Klaim Punya Bukti Kuat

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:40
share

Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan kepolisian terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan oleh mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, di Polres Metro Jakarta Selatan.

Mantan istri Andre Taulany ini menegaskan bahwa dirinya memiliki bukti kuat untuk membantah tuduhan tersebut.

Didampingi tim kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga dan Ery Kertanegara, Erin menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan bukan untuk menyerahkan diri, melainkan untuk membuat laporan baru terhadap H atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Baca juga: Penyalur Herawati Ungkap Rekam Jejak Erin Wartia: Sudah Di-Blacklist Banyak Yayasan ART

Menanggapi kasus penganiayaan, Erin mengaku tidak gentar menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia mengklaim memiliki fakta-fakta yang berbeda dari apa yang dituduhkan selama ini."Sangat siap sekali karena saya punya buktinya semua," tegas Erin Wartia saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Perselisihan ini bermula ketika Hera diduga menyebarluaskan data pribadi milik Erin ke media sosial, mulai dari foto kendaraan hingga foto anak-anak Erin tanpa izin. Hal inilah yang mendasari Erin untuk melakukan upaya hukum balik.

Baca juga: Nama Taulany Masih Melekat di Instagram Erin Wartia, Ternyata Ini Penyebabnya

Kuasa hukum Erin, Ery Kertanegara, menjelaskan bahwa laporan mereka telah resmi diterima oleh pihak kepolisian dengan merujuk pada pasal dalam UU Data Pribadi.

"Kita telah melakukan laporan polisi atas terlapor dengan inisial H. Di mana atas tindakan tersebut terjadi adanya penyebarluasan berupa perlindungan data pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat 2 juncto Pasal 67 ayat 2," ujar Ery Kertanegara.Erin sendiri merasa tindakan mantan pekerjanya itu sudah melanggar privasi dan kenyamanan keluarganya. Terlebih, menurut Erin, ada tindakan tidak etis seperti menggunakan pakaian milik anaknya untuk dipamerkan di media sosial.

"Coba dipahami ini semua, maksudnya saya bagaimana sih seorang tuan rumah yang punya rumah dan melindungi anaknya tapi data pribadi semua di-share, coba bagaimana ibu-ibu yang mana yang nggak berkenan lah," kata Erin.

Ia juga menunjukkan bukti foto yang memperlihatkan sang ART mengenakan pakaian milik putrinya tanpa izin. "Ini bajunya Lova anak saya," tambahnya singkat.

Hingga saat ini, Erin sendiri mengaku belum menerima panggilan resmi terkait laporan penganiayaan yang dituduhkan kepadanya.

Namun, ia memastikan akan bersikap kooperatif jika mendapat panggilan secara resmi dari pihak kepolisian.

Topik Menarik