PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit

PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit

Nasional | sindonews | Senin, 4 Mei 2026 - 20:07
share

PTPN IV PalmCo (Sub Holding PTPN III) menggandeng Jepang menjajaki pemanfaatan teknologi satelit untuk meningkatkan akurasi pemantauan perkebunan sawit di Riau. Penggunaan satelit juga mendorong efisiensi operasional.

Penjajakan kerja sama itu difasilitasi oleh Indonesia-Japan Business Network dan telah berlangsung sejak pertengahan April 2026. Saat ini, kolaborasi memasuki tahap uji coba lapangan atau Proof of Concept (POC) yang dilakukan di Kebun Sei Galuh, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam uji coba, tim gabungan melakukan proses validasi kondisi tanaman secara langsung di lapangan. Data tersebut kemudian disandingkan dengan citra satelit guna meningkatkan ketepatan analisis kesehatan tanaman.

Pemantauan udara memanfaatkan satelit observasi bumi ALOS-4 (DAICHI-4) yang dikembangkan oleh mitra Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries. Satelit ini mampu mencakup wilayah luas dengan resolusi spasial sekitar 25 meter.

Baca juga: Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif “Data satelit memungkinkan kami mengidentifikasi anomali dalam skala besar sekaligus memahami kondisi aktual secara lebih spesifik,” ujar perwakilan IJBNet dari Jepang, Kousuke Matsushima, saat peninjauan lapangan, dikutip Senin (4/5/2026).

Menurut Kousuke, validasi langsung di lapangan menjadi kunci untuk meningkatkan akurasi sistem. Dengan pendekatan itu, rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendeteksi potensi serangan penyakit tanaman seperti Ganoderma, ancaman utama produktivitas kelapa sawit.

Lihat video: Prabowo Sebut Sawit sebagai Miracle Crop, Diminta Negara Lain

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, penjajakan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan memperkuat pengelolaan berbasis teknologi. Pihaknya ingin memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data yang akurat dan real-time. “Digitalisasi menjadi kunci untuk mendorong pengelolaan yang lebih modern dan efisien,” kata Jatmiko.

Menurut Jatmiko, pemanfaatan teknologi satelit tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemantauan, tetapi juga menekan potensi kerugian akibat keterlambatan penanganan penyakit tanaman yang kerap berujung pada replanting dengan biaya besar. Hasil uji coba nantinya akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan langkah strategis berikutnya, Termasuk peluang penerapan teknologi secara lebih luas di seluruh wilayah operasional.

“Langkah ini sekaligus mencerminkan upaya industri sawit untuk beradaptasi dengan tuntutan global yang semakin menekankan praktik perkebunan yang presisi, efisien, dan berkelanjutan,” tandas Jatmiko.

Topik Menarik