Purbaya Bakal Copot 2 Pejabat Kemenkeu Gara-gara Ledakan Restitusi Pajak

Purbaya Bakal Copot 2 Pejabat Kemenkeu Gara-gara Ledakan Restitusi Pajak

Ekonomi | sindonews | Senin, 4 Mei 2026 - 17:46
share

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, bakal mengambil tindakan tegas terhadap dua pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait restitusi pajak. Kemenkeu mengambil langkah drastis dengan menindak tegas jajaran pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang dinilai gagal mengendalikan proses pencairan restitusi.

Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah pejabat tinggi yang memiliki otoritas besar dalam penerbitan restitusi, menyusul adanya lonjakan pencairan yang dinilai tidak terkendali.

Dari hasil penelusuran terhadap lima pejabat dengan kewenangan tertinggi, Purbaya memastikan dua di antaranya akan segera dibebastugaskan dari jabatannya dalam waktu dekat. Baca Juga: Purbaya Ancam Bakal Langsung Pecat Pegawai Kemenkeu yang Ngakalin Pajak

"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot," tegas Purbaya ke awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).

Langkah pencopotan ini dimaksudkan sebagai peringatan serius bagi seluruh jajaran di bawah Kementerian Keuangan agar lebih disiplin dalam menjalankan instruksi dan tidak sembarangan dalam mengeluarkan kebijakan fiskal.

Purbaya menekankan, pentingnya aspek kehati-hatian agar kebijakan tidak dijalankan secara berlebihan atau tanpa pengawasan yang ketat. "Message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya gak main-main. Ada dua yang saya akan copot," katanya.

Baca Juga: Lantik 1.585 Pejabat Baru Kemenkeu, Purbaya Singgung Rusaknya Citra Pajak dan Bea Cukai

Menkeu juga menyoroti bahwa salah satu akar permasalahan utama terletak pada lemahnya sistem pelaporan serta adanya misinformasi dari jajaran internal. Ia membeberkan pengalaman tahun lalu di mana realisasi restitusi membengkak jauh melampaui estimasi awal yang disampaikan oleh stafnya saat rapat koordinasi.

"Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total resistusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan," imbuh Purbaya.

Kesalahan prediksi tersebut kini menjadi landasan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pengawasan dan akurasi data fiskus. Purbaya menegaskan, bahwa ke depannya tidak boleh ada lagi celah informasi yang dapat berujung pada pengambilan kebijakan yang tidak tepat sasaran.

"Itu yang akan kita perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi," pungkasnya.

Topik Menarik