Sampah Jadi Tabungan Emas, Program YKB Kaltim Dorong Edukasi Lingkungan
Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah Kalimantan Timur menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan dan PT Pegadaian KCP Manggar Balikpapan untuk mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis edukasi dan ekonomi di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada penutupan Pekan Perlombaan YKB Kaltim 2026, 2 Mei lalu.
Ketua Pengurus YKB Daerah Kalimantan Timur Natasha Endar Priantoro mengatakan program itu bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui pengelolaan sampah.
"Di tahun 2025 Kota Balikpapan menghasilkan 540 ton sampah per hari. Ini adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama dan YKB Kalimantan Timur ingin berkontribusi melalui program pengelolaan sampah yang dilakukan siswa-siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan," ujar Natasha dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga:TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai 1 Agustus, Pramono Bakal Ajak Jumhur Duduk Bareng
Melalui program tersebut, siswa dan orang tua aktif memilah sampah dari rumah maupun sekolah untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” Balikpapan binaan DLH Kota Balikpapan. Sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik, kertas, karton, dan kaleng selanjutnya ditimbang dan dikonversi menjadi tabungan emas Pegadaian.
Natasha menjelaskan, hasil pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung pembentukan budaya menabung dan investasi sejak usia dini. Menurut dia, tabungan emas dipilih karena memiliki nilai investasi jangka panjang dan likuiditas tinggi.
Program tersebut dijalankan melalui Bank Sampah Unit “Pelita” yang berada di lingkungan SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Setiap Kamis, petugas Bank Sampah Induk “Kota Hijau” melakukan penimbangan, pencatatan, dan penaksiran nilai sampah yang kemudian dicatat dalam buku tabungan masing-masing siswa.
Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan program itu sejalan dengan Gerakan Perilaku dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) serta kurikulum muatan lokal Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup (PKLH).
"Penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup sejak dini karena anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup," kata Sudirman.Baca Juga:Prabowo Tinjau Pengolahan Sampah Terpadu di Banyumas yang Hasilkan Paving hingga Genteng
Sementara itu, Kepala PT Pegadaian KCP Manggar Balikpapan Robby Chandra Hadiwiyanto mengatakan sampah nonorganik yang terkumpul akan dikonversikan menjadi saldo tabungan emas. Ia menyebut masyarakat dapat mulai menabung emas dari Rp10.000 atau sekitar 0,01 gram melalui layanan tersebut.
SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan sendiri telah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri sejak 2012 atas komitmennya dalam menjaga budaya ramah lingkungan. Program bank sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dinilai memperkuat upaya sekolah mempertahankan predikat tersebut.
Penutupan Pekan Perlombaan YKB Kaltim 2026 juga diisi talkshow bertema "Sampah Bawa Berkah, Dengan Memilah Kita Bisa Menabung" serta berbagai pertunjukan siswa dan guru. Kegiatan yang berlangsung sejak Hari Bumi pada 22 April itu melibatkan 141 sekolah dengan lebih dari 900 murid dan puluhan guru.









