Trump Paksa Iran untuk Menyerah: Bilang Saja 'Kami Menyerah'

Trump Paksa Iran untuk Menyerah: Bilang Saja 'Kami Menyerah'

Global | sindonews | Kamis, 30 April 2026 - 09:01
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa Iran untuk menyerah guna mengakhiri blokade yang diberlakukan Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Trump juga menyebut blokade AS "jenius" tanpa memberikan jangka waktu berapa lama blokade itu akan berlangsung.

“Blokade ini jenius. Blokade ini 100 persen sempurna, yang menunjukkan betapa hebatnya Angkatan Laut kita,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office ketika ditanya berapa lama blokade itu akan berlanjut.

Baca Juga: Iran: Blokade AS Bertujuan Membuat Kami Runtuh dari Dalam

“Sekarang, mereka harus menyerah, hanya itu yang harus mereka lakukan. Bilang saja, ‘Kami menyerah',” katanya, menambahkan bahwa ekonomi Iran "mati".

Trump mengatakan dia tidak tahu apakah gelombang serangan lain akan diperlukan untuk membuat Iran lebih cepat mencapai kesepakatan karena gencatan senjata antara AS dan Iran berlanjut untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Trump memperpanjang gencatan tanpa batas waktu setelah gencatan senjata dua minggu yang disepakati beberapa minggu lalu berakhir.Mengenai perundingan, Trump mengatakan perundingan akan berlanjut tetapi dia tidak berniat mengirim delegasi AS lain ke Pakistan, yang bertindak sebagai mediator.

“Saya tidak tahu. Tergantung. Kami sedang melakukan pembicaraan dengan mereka sekarang. Kami tidak lagi terbang selama 18 jam setiap kali kami ingin melihat selembar kertas,” katanya. “Kami melakukannya melalui telepon dan itu sangat menyenangkan," imbuh dia.

Trump mengatakan dia lebih menyukai “tatap muka”. "Tetapi ketika Anda harus terbang selama 18 jam setiap kali Anda ingin mengadakan pertemuan, dan Anda tahu tentang apa pertemuan itu, dan Anda tahu mereka akan memberi Anda selembar kertas yang tidak Anda sukai bahkan sebelum Anda pergi, itu konyol," paparnya.

Pemimpin Amerika itu juga menyebut Iran telah "berkembang pesat".

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan cukup jauh," katanya. "Jadi, saat ini, tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan ada senjata nuklir."Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa dia memandang perang Iran dan perang Rusia-Ukraina "pada jadwal yang serupa" untuk kapan perang tersebut akan berakhir.

Trump mengatakan kepada Axios pada hari Rabu bahwa dia akan mempertahankan blokade terhadap Iran sampai Iran menyetujui kesepakatan yang melibatkan program nuklir mereka dan bahwa dia menolak proposal Iran.

"Blokade agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak dapat memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada Axios, yang dilansir Kamis (30/4/2026).

Pada Rabu pagi, Trump memperingatkan rezim Iran bahwa mereka "sebaiknya segera bertindak cerdas" dan membuat kesepakatan dalam sebuah unggahan di Truth Social.

"Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri," tulis Trump. "Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera bertindak cerdas!"

Unggahan tersebut menampilkan gambar yang dihasilkan AI dirinya mengenakan kacamata hitam dan setelan jas serta memegang senapan mesin. Ledakan terlihat di latar belakang dengan keterangan "Tidak ada lagi Tuan Baik Hati!"

Topik Menarik