9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari

9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari

Global | sindonews | Senin, 30 Maret 2026 - 15:48
share

Sejarah Amerika Serikat (AS) bukan hanya ditulis oleh presiden dan perang, tetapi juga oleh jutaan rakyat yang turun ke jalan. Dari perjuangan hak sipil hingga gelombang anti-otoritarianisme modern, demonstrasi menjadi barometer krisis sekaligus alat tekanan politik paling kuat.

Demo "No Kings", yang terjadi pada Sabtu pekan lalu, termasuk di antara sembilan demonstrasi terbesar dalam sejarah AS. Menurut laporan The Guardian, Senin (30/3/2026), demo "No Kings" telah memecahkan rekor, yakni diikuti lebih dari 8 juta orang dalam satu hari—demo satu hari terbesar dalam sejarah AS.

Baca Juga: Senator AS Kutuk Trump dalam Demo No Kings: Kita Dibohongi Hari Ini tentang Perang di Iran

9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS

1. “No Kings” 2026

Demonstrasi bertajuk "No Kings" pada Sabtu (28/3/2026) mencatat sejarah sebagai protes satu hari terbesar dalam sejarah AS. Demonstrasi ini diikuti lebih dari 8 juta peserta di lebih dari 3.300 aksi di seluruh negeri.

Tuntutan utama:•Menolak apa yang dianggap sebagai kecenderungan otoritarian pemerintahan Donald Trump•Menghentikan perang AS melawan Iran•Reformasi kebijakan imigrasi terkait tindakan keras Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE)•Perlindungan hak pilih dan demokrasi•Perbaikan masalah ekonomi dan ketimpangan

Demonstrasi ini unik karena terjadi serentak di seluruh 50 negara bagian AS. Selain itu, demo melibatkan berbagai kelompok, seperti aktivis, selebritas, hingga komunitas agama. Tak hanya itu, demo "No Kings" juga menggabungkan isu domestik dan geopolitik.

Demo "No Kings" bukan sekadar demonstrasi biasa, tetapi indikasi krisis legitimasi politik. Skala globalnya menunjukkan bahwa politik domestik AS kini berdampak lintas negara.

2. Black Lives Matter 2020

Protes "Black Lives Matter" pecah tahun 2020. Ini dipicu oleh kematian pria kulit hitam George Floyd di tangan petugas polisi kulit putih.Dalam hal jumlah demonstran, gelombang protes ini tercatat sebagai gerakan massa terbesar dalam sejarah AS—dengan estimasi 15–26 juta demonstran.

Tuntutan utama:•Penghapusan brutalitas polisi•Reformasi sistem peradilan pidana•Pengakuan sistemik terhadap rasisme

Dampak dari demo "Black Lives Matter" antara lain reformasi kepolisian di berbagai kota, perubahan kebijakan penggunaan kekuatan polisi, dan gelombang solidaritas global.

3. Women’s March 2017

Demo "Women’s March" terjadi tahun 2017. Ini merupakan gelombang perlawanan terhadap pemerintahan Trump era pertama.

Hanya sehari setelah pelantikan Trump sebagai presiden AS, jutaan perempuan turun ke jalan di Washington DC dan kota-kota lain.

Tuntutan utama:•Hak perempuan dan reproduksi•Penolakan retorika misoginis•Kesetaraan gender dan sosial

Ini adalah demonstrasi spontan terbesar pada awal era pemerintahan Trump, menandai polarisasi politik modern.

4. Earth Day 1970

Demo "Earth Day" pada 1970 juga termasuk di antara 9 demo terbesar dalam sejarah AS. Protes besar ini diikuti sekitar 20 juta orang yang menuntut perubahan kondisi lingkungan—aksi lingkungan terbesar abad ke-20.Tuntutan utama:•Regulasi polusi•Perlindungan lingkungan•Kesadaran krisis ekologis

Dampak dari demo ini adalah lahirnya Environmental Protection Agency (EPA) dan undang-undang lingkungan besar.

5. March on Washington 1963

Dipimpin oleh Martin Luther King Jr, demo "March on Washington" dihadiri sekitar 250.000 orang. Angka ini terbilang besar pada tahun tersebut. Demo ini menentang rasisme di AS.

Tuntutan utama:•Penghapusan segregasi rasial•Hak pilih bagi warga kulit hitam•Kesetaraan ekonomi

Dampak dari demo "March on Washington" adalah lahirnya Civil Rights Act 1964 dan Voting Rights Act 1965.

6. Million Man March 1995

Demo "Million Man March" merupakan aksi kebangkitan identitas kulit hitam di AS.

Demo ini dipimpin oleh Louis Farrakhan dan dihadiri antara ratusan ribu hingga lebih dari 1 juta orang, menurut versi penyelenggara protes.

Tuntutan utama:•Pemberdayaan ekonomi komunitas kulit hitam•Reformasi moral dan sosial•Persatuan laki-laki Afrika-Amerika

7. Anti–Vietnam War Protests 1969–1970

Ini adalah demo menentang Perang Vietnam. Ratusan ribu hingga jutaan orang turun ke jalan menolak perang AS di Vietnam.

Tuntutan utama:•Penarikan pasukan AS dari Vietnam•Mengakhiri wajib militer•Transparansi pemerintah

Demo besar ini berdampak tekanan besar terhadap pemerintah untuk mengakhiri Perang Vietnam dan perubahan opini publik AS.

8. Occupy Wall Street 2011

Demo yang terkenal dengan jargon “We Are the 99” ini dimulai di New York dan menyebar ke seluruh wilayah AS.

Protes yang diikuti ribuan hingga puluhan ribu ini pecah tahun 2011, dipicu oleh kombinasi krisis ekonomi, ketidakpuasan terhadap sistem keuangan, dan kemarahan publik terhadap ketimpangan yang semakin tajam di Amerika Serikat. Demo ini juga muncul di Eropa dan negara-negara lain sebagai solidaritas.

Akar utamanya adalah krisis global 2008 yang dipicu runtuhnya sektor perbankan dan pasar properti, di mana jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah akibat penyitaan/mortgage crisis, dan tabungan.

Namun di saat yang sama, bank-bank besar justru diselamatkan pemerintah melalui bailout.

Slogan paling ikonik dari gerakan ini adalah: “We are the 99”. Maknanya: 1 orang terkaya menguasai sebagian besar kekayaan, sedangkan 99 lainnya menghadapi stagnasi upah, utang, dan biaya hidup tinggi.

Tuntutan utama:•Pengurangan ketimpangan ekonomi•Pajak lebih tinggi untuk orang kaya•Regulasi ketat terhadap sektor keuanganDemo ini telah mengubah narasi global tentang kesenjangan ekonomi.

9. March for Our Lives 2018

Ini adalah demo generasi muda AS melawan senjata api. Demonstrasi ini dipicu oleh tragedi penembakan massal di Marjory Stoneman Douglas High School pada 14 Februari 2018

Dalam tragedi tersebut, 17 orang tewas—siswa dan staf sekolah. Pelaku penembakan adalah mantan siswa.

Peristiwa ini memicu kemarahan nasional, tetapi yang membedakan adalah para siswa yang selamat langsung memimpin gerakan protes. Tokoh-tokoh pelajar seperti Emma González, David Hogg, dan lainnya menjadi wajah gerakan.

Demo "March for Our Lives" diikuti hingga 2 juta orang, dengan sekitar 800.000 orang di Washington DC.

Tuntutan utama:•Reformasi hukum senjata•Pembatasan akses senjata api•Keamanan sekolah

Demo ini berdampak pada pengetatan aturan senjata di beberapa negara bagian AS, namun di tingkat federal, perubahan besar masih terhambat oleh polarisasi politik.

Topik Menarik