Iran: Blokade AS Bertujuan Membuat Kami Runtuh dari Dalam
Ketua Parlemen yang juga Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz bertujuan untuk menciptakan perpecahan dan membuat Teheran runtuh dari dalam.
Menurutnya, Presiden AS Donald Trump membagi Iran menjadi dua kelompok, yakni garis keras dan moderat, dan kemudian segera berbicara tentang blokade Angkatan Laut untuk memaksa Iran tunduk melalui tekanan ekonomi dan perselisihan internal.
Baca Juga: Ekonom AS Jeffrey Sachs: Perang Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan
Dengan terbunuhnya sejumlah pemimpin Iran oleh serangan AS-Israel, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah terjadi spekulasi luas mengenai keseimbangan kekuasaan di dalam Iran.
Trump mengatakan awal bulan ini bahwa pemerintah Iran "sangat terpecah belah, dan itu tidak mengejutkan.""Musuh telah memasuki fase baru dan ingin mengaktifkan tekanan ekonomi dan perpecahan internal melalui blokade Angkatan Laut dan pemberitaan media untuk melemahkan atau bahkan membuat kami runtuh dari dalam," katanya pada hari Rabu, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2026).Dia menyerukan "mempertahankan persatuan" sebagai satu-satunya solusi.
Amerika Serikat telah memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai balasan atas penutupan Selat Hormuz oleh Teheran, jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas global.
52 Kapal Iran Tembus Blokade AS
Sementara itu, kantor berita Fars yang berbasis di Iran melaporkan 52 kapal Iran telah melintasi blokade Angkatan Laut AS di perairan Iran dalam kurun waktu 72 jam.Menurut laporan tersebut, yang mengutip data pelacakan satelit yang mencakup tiga hari hingga pukul 22.00 waktu setempat pada hari Senin, kapal-kapal tersebut termasuk 31 kapal tanker minyak dan 21 kapal kargo.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada 2 Maret lalu mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah ditutup untuk lalu lintas maritim. Pengumuman itu muncul setelah pecahnya perang antara Iran melawan AS dan Israel pada 28 Februari.
Konflik tersebut menyaksikan pertukaran serangan antara Iran dan musuh-musuhnya, termasuk serangan terhadap wilayah Israel dan apa yang digambarkan Teheran sebagai situs-situs yang terkait dengan AS di seluruh wilayah Timur Tengah.
Gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran diumumkan pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Perundingan yang diadakan pada 11 April di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan, dan pada 21 April Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang atas permintaan mediator Pakistan hingga Iran mengajukan proposal untuk negosiasi.




