Tembus Pasar Global, Produk Tenun Pewarna Alami Pameran di Belanda
Bakti BCA mendorong produk tenun dengan pewarna alami ini bisa semakin dikenal di kancah internasional. Salah satu implementasinya, Bakti BCA bersama Perkumpulan Warna Alami (Warlami) membawa produk tenun dengan pewarna alami untuk diperkenalkan dalam acara Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam (IHA), Belanda pada 24 April-15 September 2026.
Kegiatan pameran akan dibuka Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto. Mengingat, pameran ini bakal dihadiri oleh diaspora, pelaku ekonomi kreatif serta komunitas yang berpotensi membuka jejaring baru untuk produk tenun dengan pewarna alami.
Tak sekadar pameran, gelaran ini juga memiliki beberapa aktivitas, seperti talkshow tentang pengembangan pewarna alami dan praktik berkelanjutan dan aktivitas pengalaman pewarnaan alami untuk pengunjung. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang eksplorasi informasi bagi penenun pewarna alami mengenai jenis tanaman pewarna alami yang berkembang dan potensi pengembangannya di Indonesia. Baca juga:Mengenal Tradisi Perempuan Sumba, Merawat Tenun Sumba Tetap Lestari
BCA turut mendatangkan local champion binaan Bakti BCA, Kornelius Ndapakamang. Seorang penenun asal Sumba Timur yang selama ini menggeluti pewarnaan alami dan membina komunitas penenun warna alam bersama Bakti BCA.
Dalam kegiatan di Amsterdam ini, Kornelius melakukan demo dan workshop teknik pewarnaan merah dan biru yang merupakan warna khas Sumba sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. ”Pameran ini menjadi kesempatan bagi penenun lokal untuk memperkenalkan produk tenun dengan pewarna alami,” kata Kornelius, Rabu (29/4/2026). Terlebih, penggunaan warna alam ini selain sebagai upaya menjaga warisan budaya, namun juga merupakan wujud menjaga bumi karena dikenal ramah lingkungan. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bakti BCA karena telah memasarkan tenun warna alam selain di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Di tingkat nasional, kami juga sudah sering diajak untuk ikut expo dan bazaar,” ujarnya.
Kornelius menambahkan salah satu inovasi yang sudah dilakukan penenun berkat pendampingan Bakti BCA adalah membuat produk turunan dari kain tenun, seperti baju hingga tas. Alhasil, produk tersebut bisa menambah daya tarik dan nilai jual.
Kornelius berharap semakin banyak penenun yang menggunakan pewarna alami dan keahlian tersebut diturunkan ke generasi selanjutnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasukkan tenun pewarna alami sebagai mata pelajaran.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap pameran ini dapat menciptakan peluang melestarikan budaya, memperluas jangkauan bisnis, mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta menjaga kelestarian lingkungan daerah. ”Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA sudah berjalan di Timor Tengah Selatan, Baduy, Sumba Timur, dan Sumatra Utara,” ujarnya. Baca juga:Direksi Borong Saham BBCA, Sinyal Rebound di Tengah Gejolak Pasar
Pembinaan tersebut turut berdampak pada peningkatan ekonomi bagi komunitas penenun. Selain itu, pembinaan yang dilakukan oleh Bakti BCA ini semata-mata tidak hanya untuk kepentingan ekonomi. Menurut Hera, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam program ini agar produk tenun warna dengan pewarna alami tetap berada di hati masyarakat.
Tidak hanya mendukung penguatan praktik pewarnaan alam serta perluasan akses pasar, Bakti BCA juga turut berkontribusi dalam penanaman kapas dan tanaman pewarna alami seperti indigofera di Sumba dan Baduy untuk menjaga ketersediaan bahan baku tetap ada. Mengingat, program pembinaan ini juga menetapkan standar kualitas tenun agar kain yang dihasilkan lebih konsisten, serta melakukan kelembagaan kelompok lewat pembentukan koperasi untuk wadah pengelolaan bersama.










