Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama puluhan pimpinan dan tokoh ormas Islam bertemu Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK). Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 malam.
Usai pertemuan tersebut, Din Syamsuddin berbicara soal wacana pelaporan terhadap tiga orang, yakni Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie.
"Kami menyampaikan pikiran bahwa mereka yang pertama kali memuat ya, pelintiran pidato Bapak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan potensial untuk mengadu domba antarumat beragama," kata Din Syamsuddin, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
"Maka oleh karena itu, ada dari kalangan ormas-ormas Islam para advokat yang akan menuntut yang bersangkutan, karena sebenarnya bukan pertama kali, sudah berkali-kali menyebar fitnah dan mengadu domba antarumat beragama," sambungnya. Din menjelaskan, tiga orang tersebut diduga menjadi pihak yang pertama kali memelintir hingga menyebarluaskan pidato JK di UGM yang berujung adanya laporan ke polisi.
"Ya, karena mereka yang ditengarai, yang disebarluaskan, dan patut diduga bahkan diyakini, merekalah yang pertama kali memelintir pidato Pak Jusuf Kalla sekitar satu setengah jam lebih itu dengan mengambil sekitar 48 detik pada bagian yang tidak utuh," ujarnya.
Lihat video: Terungkap Sosok Rahasia Di Balik Fitnah Penistaan Agama Terhadap Jusuf Kalla!
Akhirnya menimbulkan ada sekelompok orang, entah 15-16, mengadukan Pak JK sebagai tersangka atau tertuduh dalam bidang penistaan agama. Din menduga ada pihak tertentu dibalik aksi ketiganya mengorkrestrasikan pernyataan JK yang dituduh menistakan agama."Walaupun ada di antara kami yang menengarai ya, baik Ade Armando, Abu Janda, dan seorang lagi Grace Natalie, ada beking-bekingnya katanya, ya," tuturnya.
Saat disinggung kapan pelaporan akan dibuat, ia belum bisa memastikan waktunya. Menurut Din, paling lambat akan dilakukan pada awal Mei nanti. "Terserah advokat nanti. Dalam waktu dekat, mungkin di dalam bulan April ini juga, atau paling lama awal Mei nanti itu," ucapnya. Diberitakan sebelumnya, Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu menduga ada gerakan terpola dalam penyebaran potongan video ceramah kliennya tentang mati syahid. Apalagi, kata dia, potongan video itu diramaikan oleh sejumlah tokoh.
Hal itu diungkapkan Abdul dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Kisruh, Video Ceramah Dipotong, JK: Saya Difitnah' di iNews, Selasa, 28 April 2026.
"Saya bilang bahwa ini ada gerakan yang terpola. Ade Armando di Cokro TV. Kemudian di YouTube ada dua orang lagi yang hostnya. Lalu bersamaan Permadi Arya. Lalu muncul juga Grace Natalie mengatakan bahwa Pak JK ini memang agak bermasalah, kayak gitu. Lalu datang Sahat Sinurat," ujar Abdul.
Menurutnya, Ade Armando, Permadi Arya hingga Grace Natalie sengaja memainkan sentimen negatif dalam pernyataan JK perihal mati syahid di potongan video tersebut.
"Sehingga apa yang dilakukan oleh Bung Ade Armando, Permadi Arya, juga kami lihat di Facebook ada Grace Natalie dan yang mereka sengaja memainkan sentimen itu," ucap Abdul.










