Rakyat Israel Yakin Zionis Belum Menang Perang Melawan Iran, Hamas dan Hizbullah

Rakyat Israel Yakin Zionis Belum Menang Perang Melawan Iran, Hamas dan Hizbullah

Global | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 07:19
share

Mayoritas warga Israel percaya bahwa negara tersebut belum meraih kemenangan dalam perang apa pun sejak 7 Oktober 2023. Itu terungkap dalam jajak pendapat yang diterbitkan Selasa oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Survei tersebut menemukan bahwa 57 responden berpikir Israel belum menang di bidang apa pun sejak tanggal tersebut, sementara 28 mengatakan telah meraih kemenangan di setidaknya satu arena, dan 15 mengatakan mereka tidak tahu.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan perang di Gaza, Lebanon, dan Iran, serta melakukan serangan di Yaman dan Suriah dan operasi militer di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut lembaga penyiaran tersebut, kepercayaan akan kemenangan di berbagai front tetap rendah. Hanya 17 yang percaya Israel telah mencapai keberhasilan di Suriah, turun menjadi 16 terkait Gaza dan Iran.

Di front Lebanon, hanya 14 yang menyatakan kepercayaan akan kemenangan, turun lebih jauh menjadi 12 di Yaman dan 11 di Tepi Barat.

Mengenai kekhawatiran keamanan di masa depan, 73 responden mengatakan kehadiran bersenjata Hamas dan Hizbullah yang berkelanjutan menimbulkan ancaman langsung terulangnya peristiwa seperti 7 Oktober. Hanya 10 yang menolak kemungkinan itu, sementara 17 mengatakan mereka tidak yakin.

Lembaga penyiaran tersebut mengatakan jajak pendapat dilakukan atas nama mereka tetapi tidak mengungkapkan perusahaan survei atau detail sampel.

Mengenai isu politik dan hukum, 56 responden mendukung tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Israel Isaac Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam persidangan korupsinya.

Sebaliknya, 26 menentang perlunya tekanan AS, sementara 18 tidak menyatakan pendapat yang jelas.Pada 30 November, Netanyahu meminta pengampunan presiden tanpa mengakui kesalahan atau mengundurkan diri dari kehidupan politik.

Berdasarkan hukum Israel, pengampunan tidak dapat diberikan tanpa pengakuan bersalah.

Netanyahu menghadapi tuduhan korupsi, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus, dengan dakwaan diajukan pada November 2019. Persidangannya dimulai pada tahun 2020 dan masih berlangsung.

Selain kasus korupsi, Netanyahu telah dicari sejak 2024 oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, di mana lebih dari 72.000 orang telah tewas dalam serangan brutal sejak Oktober 2023.

Topik Menarik