Iran Peringatkan Negara-negara Tetangga Tak Biarkan Musuh Beraksi dari Wilayah Mereka

Iran Peringatkan Negara-negara Tetangga Tak Biarkan Musuh Beraksi dari Wilayah Mereka

Global | sindonews | Minggu, 29 Maret 2026 - 13:30
share

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak negara-negara tetangganya tidak membiarkan “musuh-musuh Teheran mengendalikan perang” dari wilayah mereka. Ini merupakan peringatan berulang kepada negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

“Kami telah berkali-kali mengatakan Iran tidak melakukan serangan pendahuluan, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami menjadi sasaran,” katanya di X pada hari Sabtu (28/3/2026).

“Kepada negara-negara di kawasan ini: Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh-musuh kami mengendalikan perang dari wilayah Anda,” papar dia

Unggahan Pezeshkian adalah seruan terbaru Iran kepada negara-negara tetangganya agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi melawan Iran dalam perang yang sedang berlangsung.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mendesak negara-negara di sekitar Iran untuk menjauhkan diri dari Amerika Serikat.Perang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara di seluruh Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menimbulkan guncangan di seluruh dunia.

Sebulan kemudian, konflik tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, dengan Israel mengumumkan serangan yang lebih intensif terhadap Iran hampir setiap hari karena Teheran terus menargetkan musuh bebuyutannya, serta negara-negara dengan aset militer AS di Timur Tengah.

Serangan Baru di Negara-negara Teluk

Di Kuwait, bandara internasional negara itu menjadi sasaran beberapa serangan drone pada Sabtu pagi yang menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem radarnya tetapi tidak mengakibatkan korban jiwa, menurut kantor berita negara Kuna, mengutip Otoritas Penerbangan Sipilnya.

Juru bicara otoritas tersebut kemudian mengatakan serangan itu dilakukan Iran, proksinya, dan faksi bersenjata yang didukungnya.

Di Abu Dhabi, serangan menyebabkan puing-puing berjatuhan di dekat Zona Ekonomi Khalifa, dekat Pelabuhan Khalifa, melukai enam orang dan merusak fasilitas, menurut kantor media Emirat.Tiga kebakaran yang bermula akibat reruntuhan yang berjatuhan telah berhasil dikendalikan, demikian dilaporkan X.

Sementara itu, militer Iran mengklaim telah menyerang depot sistem anti-drone Ukraina di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan tuduhan mendukung pasukan AS, yang juga diduga menjadi sasaran.

“Karena tempat persembunyian komandan dan tentara Amerika di Dubai menjadi sasaran… satu depot sistem anti-drone Ukraina yang terletak di Dubai untuk membantu militer AS… menjadi sasaran dan dihancurkan,” kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran.

Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah klaim tersebut.

Dua drone menargetkan pelabuhan Salalah di Oman, ibu kota provinsi Dhofar selatan, melukai satu orang dan menyebabkan kerusakan kecil pada derek, lapor kantor berita negara ONA.Zolfaghari mengatakan pasukan Iran menargetkan kapal pendukung militer AS “pada jarak yang cukup jauh dari pelabuhan Salalah di Oman”.

Perusahaan pelayaran raksasa Denmark, Maersk, mengatakan operasi di Salalah ditangguhkan selama 48 jam setelah serangan drone tersebut.

Sirene peringatan diaktifkan beberapa kali di Bahrain untuk memperingatkan akan adanya serangan yang akan datang, sementara Kementerian Dalam Negeri mendesak masyarakat "menuju ke tempat aman terdekat". Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan serangan rudal balistik dan beberapa serangan drone pada hari Sabtu, menambahkan pertahanan udara mereka menembak jatuh semuanya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Pada hari Jumat, setidaknya 15 tentara Amerika terluka setelah Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan udara di Arab Saudi, menurut laporan berita, saat konflik yang dimulai Israel dan Amerika Serikat memasuki bulan kedua.

Serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan mencakup setidaknya enam rudal balistik dan 29 drone. Setidaknya lima tentara AS dilaporkan dalam kondisi serius.

Baca juga: Senator AS Kutuk Trump dalam Demo No Kings: Kita Dibohongi Hari Ini tentang Perang di Iran

Topik Menarik