3 Taktik Kejutan AL IRGC dalam Menghadapi Agresi AS Jilid II
Wakil urusan politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Akbarzadeh mengatakan "taktik kejutan" angkatan laut menunggu Amerika Serikat jika terjadi kesalahan perhitungan baru.
Mohammad Akbarzadeh menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa di kota Minab, Iran selatan, tempat lebih dari 170 siswa dan staf sekolah gugur pada hari pertama serangan terbaru agresi tanpa provokasi AS dan rezim Israel yang menargetkan Republik Islam pada 28 Februari.
3 Taktik Kejutan AL IRGC dalam Menghadapi Agresi AS Jilid II
1. Menyergap dan Membakar Kapal Perang AS
"Jika terjadi tindakan militer [baru] oleh Amerika Serikat terhadap Iran, Angkatan Laut IRGC akan mengerahkan kemampuan barunya," katanya.Menanggapi tindakan agresi tersebut, tambahnya, Angkatan Laut akan "menggunakan kartu-kartu barunya, termasuk di bidang penargetan cerdas, dan akan membakar kapal-kapal besar rezim kriminal itu dengan amarahnya dan melumpuhkannya."
2. Menyiapkan 100 Gelombang Serangan Balasan di Seluruh Wilayah Timur Tengah
Republik Islam juga akan "menggunakan instrumen kekuatan lainnya di berbagai front perlawanan lainnya," simpul pejabat tersebut.Angkatan Bersenjata Iran menghadapi agresi tersebut dengan setidaknya 100 gelombang serangan balasan yang menentukan dan bersifat pembalasan terhadap target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di wilayah Timur Tengah yang luas.3. Mengonsolidasikan Kelompok Perlawanan Regional
Pembalasan tersebut, yang sebagian dilakukan bekerja sama dengan kelompok-kelompok perlawanan regional, mendorong AS untuk mengumumkan jeda dua minggu dalam serangannya pada 7 April sebelum memperpanjang gencatan senjata setelah berakhirnya masa berlakunya.Para pejabat Amerika sendiri telah mengakui bahwa Republik Islam terus mempertahankan kemampuan militer yang substansial, meskipun terjadi agresi.
Selasa lalu, CBS News mengutip beberapa pejabat yang mengatakan bahwa pernyataan publik dari Gedung Putih dan Departemen Perang AS mungkin meremehkan kekuatan militer Iran yang tersisa setelah agresi tersebut.
7 Alasan Misi Perebutan Stok Nuklir Iran sebagai Misi Paling Berisiko dalam Sejarah Perang AS
Menurut tiga pejabat, sekitar setengah dari persediaan rudal balistik Iran dan sistem peluncurannya tetap utuh pada awal gencatan senjata. Para pejabat juga mengatakan sekitar 60 persen dari angkatan laut IRGC masih ada, termasuk kapal serang cepat.







