6 Kapal Tanker Minyak Iran Diusir Paksa Militer AS, Selat Hormuz Kini Jadi Lautan Mati
Jalur nadi energi dunia, Selat Hormuz kini lumpuh total setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan blokade total. Laporan terbaru dari data pelacakan kapal Kpler dan analisis satelit SynMax menunjukkan, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis, dari rata-rata 125 hingga 140 kapal per hari menjadi hanya tujuh kapal dalam 24 jam terakhir.
Militer AS dilaporkan bertindak agresif dengan mengusir paksa sedikitnya enam kapal tanker raksasa yang membawa 10,5 juta barel minyak Iran untuk kembali ke pelabuhan asalnya. Sejak perang AS-Israel versus Iran pecah pada 28 Februari 2026, Selat Hormuz berubah menjadi arena adu kekuatan.
Iran menerapkan pembatasan transit yang ketat, sementara Amerika Serikat membalas dengan blokade total terhadap semua pengiriman yang terkait dengan Iran sejak 13 April lalu. Militer AS mengonfirmasi telah mencegat dan memutar balik sedikitnya 37 kapal hingga akhir pekan lalu.
Baca Juga: Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Begini Strategi BUMA Internasional (DOID) Genjot Pemulihan Kinerja di Tengah Kondisi yang Menantang
"Iran menyerang dan menahan kapal yang tidak patuh, sementara AS terus menegakkan blokadenya," tulis broker kapal ternama, Clarksons dalam laporannya Senin (27/4).
Selat Hormuz biasanya menangani 20 pasokan minyak dan LNG harian dunia. Namun kini aktivitas jalur nadi energi dunia itu sangat terbatas, ketika pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat masih alot setelah dua bulan berperang.
Nasib 20.000 Pelaut yang Terjebak
Di balik angka-angka ekonomi yang fantastis, terdapat krisis kemanusiaan yang nyata. Ada sekitar 20.000 pelaut dan ratusan kapal yang saat ini masih terdampar di dalam Teluk tanpa kepastian kapan bisa keluar.Baca Juga: Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik, 20 Ribu Penerbangan Dibatalkan
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB, Arsenio Dominguez memperingatkan, bahwa situasi ini memberikan tekanan psikologis yang luar biasa bagi para pelaut. "Semakin lama situasi ini berlanjut, semakin besar risiko kecelakaan serius, termasuk bencana lingkungan," tegasnya.
Teka-teki 'Kapal Hantu' Menuju Asia
Meskipun blokade AS terlihat sangat ketat, data dari TankerTrackers.com menunjukkan adanya celah. Dua tanker yang membawa sekitar empat juta barel minyak Iran dilaporkan berhasil melewati blokade pada 24 April dengan tujuan Asia.Namun, nasib muatan tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Analis menyebut militer AS telah memperluas jangkauan pencegatan hingga ke Selat Malaka. Belum jelas apakah kargo tersebut akan sampai ke tangan pembeli atau justru dicegat di tengah jalan dan dipaksa kembali ke Iran.










