UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

Nasional | sindonews | Senin, 27 April 2026 - 07:55
share

Kontingen UNIFIL menggelar upacara penghormatan untuk mengenang gugurnya Prajurit TNI Kopda Rico Pramudia yang gugur pada Jumat (24/4/2026) lalu. Upacara itu digelar di Beirut dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara.

“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di kawasan ini. Di sini, di Lebanon Selatan, kamu telah memberikan segalanya. Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini," kata Abagnara dikutip dari laman resmi UNIFIL, Senin (27/4/2026).

Abagnara juga menyatakan akan selalu memegang misi UNIFIL ke depan. Ini adalah bentuk penghormatan mereka kepada Rico.

Baca juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

“Sebagai sesama pasukan perdamaian, kita terus membawa misi ke depan. Kita akan tetap teguh. Kita tetap bersatu, kita tetap waspada. Ini adalah cari kami menghormatimu. Kamu akan kami kenang, di setiap langkah kami, di setiap komitmen, dan panggilan tugas kami," ujar Abagnara.

UNIFIL menjelaskan, Rico meninggalkan istri dan anak laki-lakinya yang masih kecil. Ia baru bertugas di Lebanon April tahun lalu, dan merupakan penugasan luar negeri pertama Rico.

Adapun upacara penghormatan itu dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, dan perwakilan kontingen Indonesia untuk UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.

Diketahui, Kopda Rico Pramudia (31) gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr dan menjalani perawatan selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.Gugurnya Kopda Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Kopda Rico terluka.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka. Selain Indonesia, Prancis turut kehilangan dua prajuritnya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu.

Topik Menarik