Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR Dorong Transaksi Batu Bara Gunakan Rupiah

Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR Dorong Transaksi Batu Bara Gunakan Rupiah

Nasional | sindonews | Minggu, 26 April 2026 - 16:59
share

Penggunaan Rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai menjadi langkah strategis. Hal itu untuk meningkatkan efisiensi sekaligus ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketergantungan sektor minyak dan gas terhadap dinamika global.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo.“Penggunaan mata uang Rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan bijaksana,” katanya, Minggu (26/4/2026).

Sartono mengatakan transaksi batu bara untuk pembangkitan listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) lebih efisien dibandingkan minyak dan gas. Hal itu karena didukung pasokan domestik yang kuat serta lebih memungkinkan menggunakan rupiah.

Baca juga: Ketahanan Energi Indonesia Terancam Krisis Pasokan, EBT Bisa Jadi Solusi Strategis

“Batu bara dinilai lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi domestik yang besar,” katanya.

Sartono menyebut, kondisi tersebut membuat transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai lebih efisien sekaligus berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional. Sebaliknya, minyak dan gas masih sangat bergantung pada dinamika pasar global sehingga penerapan transaksi menggunakan Rupiah menjadi lebih kompleks.

Lihat video: Keppres Resmi Bentuk Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi

“Dengan demikian, penggunaan Rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” tegasnya.

Topik Menarik