Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif

Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif

Nasional | sindonews | Jum'at, 24 April 2026 - 10:20
share

Upaya mendorong ekonomi desa terus digencarkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) bersama Haisawit Indonesia menggelar program penguatan UMKM desa wisata berbasis sawit di Desa Ekraf Tanjung Jaya, Panimbang, Pandeglang, Banten.

Program ini menjadi langkah konkret mengintegrasikan potensi kelapa sawit dengan sektor pariwisata, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Direktur Haisawit Indonesia M. Danang MRQ menegaskan bahwa sawit tidak hanya sebatas komoditas, tetapi juga sumber peluang ekonomi yang luas.

Baca juga: Olenka dan BPDP Gelar SWOT di Bekasi, Kupas Manfaat Sawit untuk Keseharian

“Kami ingin masyarakat melihat sawit sebagai peluang. Lewat program ini, kami dorong UMKM desa mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah dan berdaya saing,” kata Danang, Jumat (24/4/2026).Danang mencontohkan, limbah sawit seperti lidi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kreatif hingga menembus pasar ekspor.

Sementara itu, perwakilan BPDP Anwar Sadat menjelaskan pihaknya terus mendorong penguatan UMKM dan koperasi petani melalui berbagai program strategis, mulai dari peremajaan sawit rakyat, beasiswa SDM, hingga pengembangan hilirisasi produk.

Lihat video: Prabowo Sebut Sawit sebagai Miracle Crop, Diminta Negara Lain

“Pendekatannya bukan hanya produksi, tapi juga membangun ekosistem usaha dari hulu ke hilir, termasuk akses pasar dan kemitraan,” jelasnya.

Dari sisi daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang menyambut positif program ini. Pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif dinilai sejalan dengan strategi daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Produk UMKM bisa terhubung dengan industri pariwisata, mulai dari kebutuhan hotel hingga souvenir khas daerah,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika.Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga praktik langsung membuat produk dari lidi sawit, seperti sandal dan taplak meja. Produk-produk ini diproyeksikan menjadi unggulan desa wisata.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Haisawit Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah dan BUMDes setempat untuk memperluas pengembangan UMKM berbasis sawit.

Program ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit secara berkelanjutan.

Topik Menarik