Pangkopassus Larang Prajurit TNI AD Tak Berkualifikasi Komando Pakai Baret Merah

Pangkopassus Larang Prajurit TNI AD Tak Berkualifikasi Komando Pakai Baret Merah

Nasional | sindonews | Jum'at, 24 April 2026 - 10:27
share

Panglima Kopassus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi melarang prajurit TNI yang tidak berkualifikasi Komando untuk tak lagi menggunakan Baret Merah saat bertugas di Kopassus. Ketetapan itu merupakan bagian dari validasi organisasi.

"Butuh kebesaran hati dari rekan-rekan Kowad, rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando untuk bisa menerimanya tidak menggunakan baret merah lagi sebagai pelengkap seragam dinas di satuan ini," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, pihaknya sudah memikirkan agar kebanggaan itu tetap perlu diperhatikan sehingga ikatan emosional teman-teman rekan perwira yang pernah bertugas di Kopassus tetap terjalin dan tetap terjaga selamanya.

Baca juga: 6 Perwira Kopassus Naik Pangkat, Berikut Nama-namanya

"Kita membuat pin khusus buat rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando namun bertugas di Kopassus untuk menggunakan pin tersebut secara sah," tegasnya. Dengan demikian, kata abituren Akmil 1995 peraih Adhi Makayasa ini, pihaknya memahami bahwa perwira tersebut pernah bertugas di satuan Kopassus.

"Sehingga kita yang Kopassus setelah melihat pin tersebut akan tahu bahwa perwira tersebut, anggota tersebut pernah berdinas dan mengabdi di satuan ini dengan pengabdian terbaiknya," ujarnya.

Djon menegaskan, dengan kebijakan ini maka tidak ada kagi pembaretan bagi prajurit TNI AD yang tidak berkualifikasi Komando.

Lihat video: Kilas Balik Prabowo saat jadi Komandan di HUT Kopassus 1994

"Tadi kita lihat, saya menyematkan pin memang ini sedikit berubah dan validasi organisasi ini di mana kita tidak ada lagi pelaksanaan pembaretan untuk menerima rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando. Untuk melaksanakan pembaretan menggunakan baret merah," ujarnya.

Dengan validasi kemarin, Djon menyebut, Kopassus akan menerima kurang lebih 1.400 orang prajurit Angkatan Darat (AD) yang tidak perlu kualifikasi komando.

"Bila kita sibuk melaksanakan pembaretan sedangkan teman-teman yang komando kebetulan dia harus melaksanakan tujuh bulan untuk latihan dan paketan untuk mendapat kualifikasi Komando," ucapnya.

Djon menambahkan, untuk mendapatkan kualifikasi Komando pertama brevet Komando, kedua pisau Komando, ketiga baret merahnya sebagai baret Komando. Sehingga tiga itu tidak boleh lepas dari satu paket yang sudah dilalui selama latihan full 7 bulan atau sekarang 4 bulan dengan persiapan 3 bulan.

Topik Menarik