Tokoh Agama Datangi Rumah Jusuf Kalla, Bahas Apa?

Tokoh Agama Datangi Rumah Jusuf Kalla, Bahas Apa?

Nasional | sindonews | Kamis, 23 April 2026 - 21:24
share

Sejumlah tokoh lintas agama mendatangi rumah mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pada Kamis malam (23/4/2026). Berdasarkan pantauan SindoNews, para tokoh lintas agama tampak mendatangi rumah JK yang berada di Jalan Brawijaya IV Nomor 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sejak sekira pukul 19.00 WIB.

Di antaranya adalah mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) periode 2024-2029 Rudiantara, Ketua Umum PGI Jacklevyn Manuputty, Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pdt Nitis Putrasana Harsono, hingga Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. Saat ini, para tokoh tersebut telah bertemu JK dan tengah berbincang dengannya.

Baca juga: Dino Patti Djalal: Saya Yakin 1.000 Pak JK Orang Baik yang Berhati Bersih

Belum diketahui secara pasti maksud kedatangan para tokoh lintas agama tersebut. Apakah hanya untuk bersilaturahmi ataukah juga membahas isu-isu yang saat ini sedang berkembang di masyarakat.

JK sendiri tampak menggunakan kemeja batik lengan panjang saat mengobrol dengan para tokoh lintas agama tersebut. Belum ada pernyataan apapun dari JK ataupun para tokoh yang hadir di rumah JK. Hingga pukul 20.53 WIB, pertemuan tersebut masih berlangsung.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengaku heran mengapa persoalan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dianggap sensitif, khususnya oleh para pendukungnya. Bahkan, dia sampai dilaporkan ke polisi soal dugaan penistaan agama usai menyinggung ijazah Jokowi.

"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini (laporan dugaan penistaan agama) timbul setelah saya mengadukan Rismon (Sianipar)," ujar JK, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Abu Janda dan Ade Armando Dilaporkan ke Polisi usai Unggah Video Ceramah JK yang Dipotong

Menurut JK, tanggapannya soal ijazah Jokowi pascamelaporkan Rismon Sianipar dilakukan hanya agar publik damai. Pasalnya, persoalan keaslian ijazah Jokowi itu telah memunculkan konflik bagi masyarakat dan sejatinya bisa selesai dengan Jokowi menunjukkan ijazahnya tersebut diyakininya juga keasliannya. "Saya mengatakan ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, demo, sudahlah Pak Jokowi, sudahlah kasihlah (lihat) ijazah saja. Itu saja," tegasnya.

JK menambahkan, pernyataan itu pun disampaikan ke publik hanya semata-mata sebagai bentuk nasihat sebagai orang yang lebih tua belaka pada Jokowi. Namun, persoalan ijazah Jokowi itu seolah menjadi hal sensitif sehingga para pendukungnya malah menuduhnya melawan Jokowi pascamembuat pernyataan tersebut.

Sementara itu, Kepolisian masih menyelidiki laporan terhadap Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda terkait dugaan penghasutan dan provokasi buntut potongan ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Polisi akan meneliti video ceramah JK utuh untuk mendalami pelaporan tersebut.

“Barang bukti akan dianalisa dan diuji. Polri memiliki Lab digital forensik yang kredibel dan tersertifikasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis (23/4/2026).

Budi menambahkan, pollisi juga akan melakukan permintaan keterangan pelapor dan sejumlah saksi. Polisi sudah menyiapkan administrasi penyelidikan pelaporan tersebut. "Menyiapkan mindik (administrasi penyelidikan), meminta keterangan pelapor, keterangan saksi dan barang bukti," ujar dia.

Adapun laporan itu dilayangkan Aliansi Profesi Advokat Maluku. Mereka melaporkan Permadi Arya (Abu Janda) dan Ade Armando buntut mengunggah ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Universitas Gadjah Mada (UGM). Laporan polisi itu dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (20/4/2026).

Topik Menarik