Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?

Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 21 April 2026 - 14:47
share

Sama-sama melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, haji dan umrahini ternyata memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Apa saja perbedaannya tersebut?

Bagi umat Islam, haji dan umrahadalah dua jenis ibadah yang sangat penting. Namun dari keduanya memiliki perbedaan, terutama terletak dari segi pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, rukun, hingga biaya yang harus dikeluarkan.

Perbedaan Haji dan Umrah

Haji dan umroh adalah jenis ibadah dengan melakukan perjalanan ke Baitullah. Kedua ibadah ini juga sama-sama diperuntukkan bagi orang-orang yang mampu. Walaupun memiliki konsep ibadah yang sama, tetapi haji dan umrah memiliki sejumlah perbedaan. Berikut ini penjelasannya:

1. Pengertian

Secara harfiah, pengertian haji adalah ibadah tahunan yang dilakukan dengan mengunjungi atau menziarahi Baitullah atas niat beribadah kepada Allah pada waktu yang telah ditentukan.

Baca juga:Pengin Umrah? Laksanakan di Bulan Zulkaidah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Sementara itu, umrah adalah berkunjung ke Baitullah dengan niat beribadah kepada Allah SWT dengan waktu tak ditentukan. Ibadah ini juga dikenal sebagai haji kecil karena memang tujuan dan pelaksanaannya hampir mirip dengan haji dengan tidak adanya batasan waktu.

2. Hukum

Ibadah haji merupakan rukun Islam dan hukumnya wajib bagi umat Islam yang mampu menjalaninya. Seorang muslim yang mampu secara fisik maupun finansial setidaknya sekali seumur hidup melaksanakannya.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Ali Imran Ayat 97, yang artinya:

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Adapun hukum umrah, sebagaimana melansir dari situs resmi Kementerian Agama RI sejumlah ulama menyatakan wajib. Tetapi ada Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi menyatakan hukum umrah adalah sunnah mu’akkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

3. Waktu Pelaksanaan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, waktu pelaksanaan ibadah haji dilakukan pada waktu tertentu dalam 1 tahun. Dalam QS Al-Baqarah ayat 197, musim haji terjadi selama tiga bulan, yaitu Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijjah.

Namun, hal itu hanya berlaku bagi salah satu rukun saja yakni Ihram. Sementara rukun dan rangkaian haji lainnya sebagian besar harus dilaksanakan pada bulan Zulhijjah.

Untuk itulah, Anda harus melakukan pendaftaran haji dari bertahun-tahun sebelumnya karena memiliki kuota dan antrian. Sedangkan umrah dapat dilakukan kapan pun dalam setahun dan tidak terikat pada waktu-waktu tertentu. Anda dapat melaksanakan ibadah umrah ketika memiliki kesempatan dan sumber daya yang memadai. Walaupun ada waktu-waktu tertentu yang memang lebih ramai seperti umroh saat Ramadan atau saat awal tahun.

4. Rukun Haji dan Umrah

Perbedaan haji dan umrah berikutnya terletak dari rukun dan rangkaian ibadahnya. Rukun haji beberapa rangkaian ibadah, yaitu:- Ihram atau berniat untuk melaksanakan haji di Miqat. Bagi jemaah asal Indonesia maka dimulai dari Jeddah.- Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga subuh tanggal 10 Zulhijjah.- Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf menuju Masjidil Haram dengan mengeliling Kabah sebanyak 7 kali putaran pertama dimulai dari arah Hajar Aswad dan Kabah berada di sisi kiri badan jemaah haji.- Sa’i atau berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah.- Tahallul atau mencukur rambut kepala minimal 3 helai rambut setelah rangkaian haji selesai.- Tertib.Sementara rukun umrah tidak ada wukuf di Arafah. Berikut ini rukun ibadah umrah:- Ihram atau berniat memulai ibadah umrah.- Thawaf.- Sa’i antara bukit Shafa dan bukit Marwah.- Mencukur.- Tertib.

5. Kewajiban yang Dijalankan

Wajib haji dan umrah merupakan serangkaian ritual manasik yang jika ditinggalkan tidak dapat membatalkan ibadahanya. Sebagai gantinya, jemaah diwajibkan menggantinya dengan denda (dam).

Pada haji terdapat 5 kewajiban, yaitu:

- Niat ihram dari miqat.- Mabit atau menginap di Muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah.- Mabit atau menginap di Mina pada malam tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.- Melempar jumrah.- Thawaf wada' atau perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.

Sedangkan wajib umrah hanya terdiri dari 2 hal, yaitu ihram dan menjauhi larangan ihram.

6. Durasi Ibadah

Mengingat banyaknya rangkaian ibadah yang harus dilakukan saat berhaji, maka tidak heran kalau ibadah ini akan lebih lama ketimbangkan umrah.

Prosesi haji sendiri sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 1 minggu. Tetapi, bagi jemaah haji reguler asal Indonesia akan menghabiskan waktu hingga 40 hari di Tanah Suci. Selain melaksanakan rangkaian haji, jemaah akan melakukan umroh, ziarah, atau Arbain di Masjid Nabawi.Sedangkan umrah tidak memerlukan waktu yang panjang. Umumnya Anda akan berada di Tanah Suci sekitar 9 sampai 12 hari perjalanan, tergantung paket perjalanan dari agen travel yang dipilih.

7. Perbedaan Biaya

Biaya haji dan umrah juga akan berbeda, di mana ongkos naik haji akan lebih mahal ketimbang umrah. Anda dapat memilih beberapa jenis biaya haji, mulai dari reguler, haji plus, dan haji furoda.

Sedangkan biaya umrah mulai dari Rp25 jutaan, tergantung pada beberapa faktor seperti tanggal keberangkatan, durasi perjalanan, jenis paket umroh, serta fasilitas yang disediakan oleh travel umrah.

Baca juga:Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup

Topik Menarik