Tekan Impor LPG, Komisi XII DPR Dorong Masyarakat Migrasi ke Kompor Listrik
Komisi XII DPR menilai elektrifikasi rumah tangga melalui migrasi ke kompor induksi merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Penggunaan kompor induksi dinilai lebih efisien dibandingkan kompor gas konvensional.
"Konsumsi LPG kita saat ini mencapai kurang lebih 8 juta metrik ton per tahun, di mana sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Ini adalah beban besar bagi neraca perdagangan kita," ujar Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, Selasa (14/4/2026).
Sugeng menjelaskan, penggunaan listrik untuk memasak dinilai dapat menekan biaya operasional rumah tangga sekaligus mengurangi beban subsidi energi pemerintah.
Baca juga: Kompor Listrik Bisa Jadi Solusi di Tengah Krisis Energi
"Secara efek, penggunaan listrik di sektor rumah tangga, termasuk kompor induksi, akan menghemat sekitar 30 jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil seperti LPG subsidi. Tingkat ketergantungan impor akan kita kurangi secara signifikan," tegasnya.
Sugeng menambahkan, sistem kelistrikan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat untuk mendukung migrasi tersebut, dengan pasokan energi primer pembangkit yang terjaga.
Lihat video: Makin Ribet! DPR Usul Beli Elpiji 3Kg Harus Pakai Sidik Jari & Retina Mata
"Kita punya pasokan listrik yang andal dari kekuatan domestik. Dengan mengubah energi berbasis impor seperti LPG menjadi energi berbasis listrik, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional tepat dari dapur masyarakat," katanya.









