Efek Domino Perang AS-Iran: Krisis Energi Mengancam Benua Afrika, Harga BBM Melambung

Efek Domino Perang AS-Iran: Krisis Energi Mengancam Benua Afrika, Harga BBM Melambung

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 10 April 2026 - 08:39
share

Krisis energi global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini mulai menghantam benua Afrika dengan sangat keras. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak terkendali dilaporkan telah memicu guncangan berantai yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Afrika.

Presiden Asosiasi Ekonomi Malawi, Bertha Chikadza memperingatkan, bahwa negara-negara Afrika berada dalam posisi yang sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi pada rantai pasok eksternal. Menurutnya, melepaskan diri dari ketergantungan pasar global bukanlah perkara mudah bagi benua yang masih minim infrastruktur tersebut.

Dampak penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu kini dirasakan langsung oleh setiap warga di Malawi. Kenaikan harga bahan bakar telah memicu kenaikan biaya transportasi yang secara otomatis melambungkan harga pangan.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Krisis Energi Bakal Hantui Dunia Berbulan-bulan, Gencatan Senjata Belum Cukup?“Efek ekonomi dan sosial dari perang ini sudah dirasakan oleh setiap warga Malawi,” ujar Chikadza dalam wawancaranya dengan RT.

Ia menekankan bahwa ini adalah momentum bagi negara-negara Afrika untuk mempercepat integrasi perdagangan regional guna mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Masalah kian pelik karena banyak negara Afrika tidak memiliki bantalan energi.

Direktur Samanzi Petroleum and Logistics Organization, Shakih Said Amanzi mengungkapkan, fakta mengejutkan bahwa Tanzania saat ini tidak memiliki cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve). Baca Juga: Prabowo Pastikan Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi

“Kami tidak memiliki cadangan strategis. Saat ini kami baru merencanakan pembangunan depot-depot penyimpanan,” ungkap Amanzi.

Tanpa cadangan yang cukup, negara-negara ini tidak memiliki pertahanan saat harga minyak dunia bergejolak. Sebuah laporan bersama baru-baru ini oleh Uni Afrika (AU), Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (ECA), dan Bank Dunia memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mendorong naiknya biaya hidup dan membebani pertumbuhan ekonomi di seluruh benua.

Topik Menarik