Perang Lawan Iran, Tentara AS Konsumsi 950.000 Galon Kopi, 2 Juta Minuman Energi dan Nikotin

Perang Lawan Iran, Tentara AS Konsumsi 950.000 Galon Kopi, 2 Juta Minuman Energi dan Nikotin

Global | sindonews | Kamis, 9 April 2026 - 13:11
share

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Dan Caine mengungkap Operasi Epic Fury terhadap Iran didukung oleh 2 juta minuman energi, 950.000 galon kopi, dan banyak nikotin.

AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Selasa malam atau Rabu dini hari. Kesepakatan ini menghentikan aksi militer Amerika terhadap Iran selama dua minggu ke depan. Israel juga mendukung kesepakatan tersebut, tapi tidak mencakup Lebanon.

Baca Juga: Marah, Trump Bakal Hukum Sekutu NATO karena Tak Bantu Perang AS Melawan Iran

Dalam konferensi pers hari Rabu, Jenderal Dan Caine, membagikan angka terbaru dari Operasi Epic Fury—nama sandi kampanye militer AS—terhadap Iran. Menurut jenderal tertinggi AS itu, pasukannya telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran.

Di antara target tersebut terdapat lebih dari 4.000 target dinamis yang muncul di medan perang. Target tersebut berkisar dari pertahanan udara hingga infrastruktur komando dan kendali hingga fasilitas nuklir, serta sistem rudal dan lokasi industri pertahanan Iran.

Jenderal Caine juga mengatakan AS telah menghancurkan lebih dari 2.000 titik komando dan kendali Iran.Menurut perkiraan Caine, sekitar 80 sistem pertahanan udara Iran telah hancur, setara dengan lebih dari 1.500 target. Lebih dari 155 kapal Angkatan Laut Iran juga telah rusak atau hancur. Tak hanya itu, AS juga menyerang lebih dari 700 target atau lebih dari 95 persen ranjau laut Iran.

Kapasitas industri pertahanan negara itu juga telah hancur. Caine mengatakan 450 fasilitas penyimpanan rudal balistik dan 800 fasilitas penyimpanan drone serang satu arah telah hancur, termasuk sekitar 90 pabrik persenjataan Iran.

Sepanjang operasi, sekutu Amerika dan negara-negara Teluk telah mencegat sekitar 1.700 rudal balistik bersama dengan sejumlah drone serang satu arah dari Iran. Tingkat penembakan Iran telah menurun sejak awal perang tetapi tetap stabil dalam beberapa hari terakhir.

Caine juga membagikan angka-angka operasi lainnya dalam pengarahan tersebut. Sepanjang operasi, Caine mengatakan, "Kami mengonsumsi lebih dari 6 juta makanan, dan menurut perkiraan saya, lebih dari 950.000 galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin. Tapi saya tidak mengatakan bahwa kami memiliki masalah."

AS telah menghabiskan amunisi penting yang persediaannya sudah menipis, termasuk sekitar lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, jumlah terbanyak yang pernah digunakan dalam satu kampanye militer.Selain itu, militer AS mengalami kehilangan dan kerusakan aset, dengan tiga pesawat tempur berawak hilang akibat tembakan dari pihak kawan sendiri, sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar jatuh, dan dua pesawat akibat tembakan musuh. Beberapa drone, khususnya drone Reaper, juga hilang.

Lebih lanjut, kapal induk tercanggih, USS Gerald R. Ford, mengalami kebakaran hebat di dalamnya yang memaksanya masuk ke pelabuhan untuk perbaikan.

Statistik yang lebih menyedihkan dari Operasi Epic Fury adalah kematian 13 anggota militer Amerika dan, hingga Jumat lalu, total 365 personel terluka dalam pertempuran.

Militer AS mengatakan 315 personel yang terluka telah kembali bertugas. Caine mengatakan bahwa total 50.000 personel militer AS telah berpartisipasi dalam operasi ini.

Berdasarkan angka-angka pemerintah lokal, ribuan orang telah tewas di seluruh Timur Tengah, dengan puluhan ribu lainnya terluka.Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas, dengan lebih dari 20.000 orang terluka. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, mengatakan sekitar 3.540 orang telah tewas sejak perang dimulai, termasuk 1.665 warga sipil, dan setidaknya 248 anak-anak.

Dengan gencatan senjata yang sekarang berlaku, pimpinan militer AS mengatakan pasukannya akan tetap berada di daerah tersebut untuk memastikan kepatuhan.

"Kami akan tetap berada di sana," kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu. "Kami akan memastikan Iran mematuhi gencatan senjata ini dan kemudian pada akhirnya datang ke meja perundingan dan membuat kesepakatan," lanjut dia, seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (9/4/2026).

AS telah mengumpulkan kehadiran kekuatan yang substansial di dan sekitar Timur Tengah, termasuk pesawat pengebom, jet tempur, aset peperangan elektronik, pesawat pengisian bahan bakar, sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD, teknologi anti-drone, dan kapal Angkatan Laut.

Perkiraan biaya perang dengan Iran bervariasi. Enam hari pertama konflik menelan biaya sekitar USD11,3 miliar dan meningkat menjadi USD16,5 miliar pada hari ke-12, menurut perkiraan dari lembaga think tank Center for Strategic and International Studies.

Biaya harian perang telah menurun seiring dengan stabilnya tempo operasional, tetapi total biaya akan terus meningkat, dengan beberapa lembaga memprediksi hingga USD50 miliar.

Topik Menarik