Wapres AS Sebut 10 Tuntutan Iran Sampah, Diduga Ditulis ChatGPT

Wapres AS Sebut 10 Tuntutan Iran Sampah, Diduga Ditulis ChatGPT

Global | sindonews | Kamis, 9 April 2026 - 08:50
share

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan gencatan senjata dan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tidak masuk akal. Dia menuduh Washington melanggar tiga dari 10 syarat Teheran untuk mengakhiri perang.

Menurutnya, beberapa poin yang dilanggar AS termasuk ketidakpatuhan terhadap gencatan senjata Lebanon, intrusi drone ke wilayah udara Iran, dan penolakan hak Iran untuk pengayaan uranium.

Baca Juga: AS Dinilai Kalah dalam Perang Iran, Ini Alasan yang Tak Terbantahkan

Namun, Wakil Presiden (Wapres) AS J.D. Vance mengatakan dia telah melihat tiga versi berbeda yang masing-masing terdiri dari 10 poin tuntutan dari Iran, yang telah menyebabkan kesalahpahaman. Dia mengeklaim bahwa draf pertama mungkin ditulis oleh ChatGPT. "Dan langsung dibuang ke tempat sampah," katanya.

“Usulan 10 poin pertama adalah sesuatu yang diajukan—dan terus terang, kami pikir mungkin ditulis oleh ChatGPT—kepada Steve Witkoff dan Jared Kushner, dan langsung dibuang dan ditolak,” kata Vance, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/4/2026).

Ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua sisi dengan Iran pada hari Rabu, dia merujuk pada usulan 10 poin versi kedua. "Yang jauh lebih masuk akal dan didasarkan pada beberapa pembicaraan bolak-balik antara kami, Pakistan, dan Iran," kata Vance.Adapun proposal 10 poin versi ketiga—yang banyak disebarkan oleh media pemerintah Iran dengan mengutip pernyataan resmi berbahasa Persia yang panjang dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—Vance menolaknya sebagai "bahkan lebih maksimalis" daripada yang pertama.

Trump menuduh CNN menyebarkan "berita palsu" karena mengambil pernyataan itu, dan mengeklaim bahwa satu-satunya tanggapan resmi dari Teheran adalah versi singkat berbahasa Inggris yang di-posting oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.

Washington dan Teheran sepakat untuk menangguhkan perang selama dua minggu, setelah Trump mengatakan proposal kedua Iran yang disampaikan melalui Pakistan menawarkan dasar yang layak untuk bernegosiasi. Namun, kesepakatan itu tampaknya rapuh setelah beberapa pelanggaran menjelang pembicaraan yang direncanakan di Pakistan.

Israel melancarkan serangkaian serangan terbesar hingga saat ini di Beirut, yang dilaporkan menewaskan ratusan warga sipil pada hari Rabu. Iran mengecam pembantaian brutal tersebut, dan komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah berjanji untuk membalas dendam.

Sementara itu, Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan cara untuk menghukum anggota NATO yang menolak membantu AS dalam perangnya melawan Iran. Kepala blok tersebut, Mark Rutte, memuji "kepemimpinan" Trump, sambil mengakui bahwa beberapa anggota gagal dalam ujian tersebut.

AS juga mengamati peningkatan lalu lintas melalui Selat Hormuz, menurut Gedung Putih. Namun, sumber industri maritim terkemuka, Lloyd's List, melaporkan bahwa hanya tiga kapal yang telah melintasi Selat Hormuz sejak gencatan senjata AS-Iran diumumkan pada Rabu pagi.

Topik Menarik