Mikhael Sinaga Ungkap Rismon Keluhkan Pendanaan Polemik Kasus Ijazah Jokowi

Mikhael Sinaga Ungkap Rismon Keluhkan Pendanaan Polemik Kasus Ijazah Jokowi

Nasional | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 00:12
share

Kreator Konten Mikhael Sinaga mengungkap keluhan pendanaan dari salah satu pihak dalam polemik kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Jokowi yang ramai diperbincangkan. Hal tersebut disampaikan Mikhael dalam program Rakyat Bersuara iNews bertajuk “Uang Rp50 Miliar di Kasus Ijazah?” yang disiarkan, Selasa (7/4/2026).

Mikhael menyebut hanya Rismon yang kerap mengeluhkan persoalan biaya selama proses berjalan hampir setahun terakhir. “Nah, kalau dari semua terlapor dan sebagainya jadi tersangka, yang pernah komplain tentang pendanaan atau pengeluaran, saya berapa kali bersama Pak Roy Suryo selama setahun ini tidak pernah ada komplain satu pun tentang uang. Yang selalu komplain tentang uang hanya Rismon,” ungkapnya.

Baca juga: Rismon Berubah Haluan, Roy Suryo: Ada Sesuatu yang Membuat Dia Ketakutan

Saat diminta menjelaskan lebih lanjut, dia mencontohkan keluhan yang kerap disampaikan Rismon. “Yang selalu komplain tentang uang, ‘Aduh, ke Solo lagi, nggak ada duit. Aduh, ke ini lagi, keluar segini dong, keluar segitu dong.’ Itu selalu Rismon. Suruh dia bicara. Saya saja tidak pernah komplain,” kata Mikhael.

Dia menyinggung potensi pemasukan dari kanal YouTube milik Rismon Sianipar yang sebenarnya cukup untuk menutup kebutuhan operasional. Dia menduga jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah jika diakumulasi. “Saya tahu Balige Academy itu hasilnya berapa YouTube-nya. Saya yakin bisa menutup, tapi dia kan nggak mau break even,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Mikhael turut meluruskan terkait buku Gibran Endgame yang sempat disebut sebagai bagian dari syarat restorative justice (RJ) Rismon Sianipar. Dia menyebut buku tersebut merupakan hasil penelitian Roy Suryo.

“Buku ini, ini saya luruskan lagi nih yang sebagai syarat RJ katanya mesti ditarik. Ini punyanya Pak Roy Suryo, penelitiannya,” ujarnya.

Menurut dia, penelitian tersebut dilakukan Roy Suryo di Sydney, namun Rismon tidak bersedia melakukan perjalanan. “Penelitian ini dilakukan Roy Suryo kenapa? Karena Rosman tidak bersedia pergi ke luar negeri. Kenapa? Karena ada masalah dia kalau pergi ke luar negeri, takut sesuatu terjadi,” katanya.

Topik Menarik