Israel Kaget, Hizbollah Serang Kapal Perang Zionis 68 Mil dari Pantai Lebanon
Hizbollah mengumumkan para pejuangnya menargetkan satu kapal perang Israel pada Minggu pagi (5/4/2026), sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon. Kabar itu diungkap laporan berita Lebanon Al Mayadeen.
Kelompok itu mengatakan kapal tersebut sedang bersiap melakukan serangan ke wilayah Lebanon ketika dihantam pada pukul 00:05 menggunakan rudal jelajah angkatan laut setelah berjam-jam melakukan pengawasan.
Hizbollah mengkonfirmasi serangan langsung, menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari respons berkelanjutan mereka terhadap serangan Israel terhadap kota-kota, infrastruktur, dan warga sipil Lebanon.
Pernyataan tersebut merujuk pada pernyataan mantan Sekretaris Jenderal Hassan Nasrallah selama perang 2006, ketika ia mengumumkan penargetan kapal perang kelas Sa'ar Israel.
Opsi Militer Skala Besar
Hizbollah mengatakan telah melanjutkan operasi militer skala besar pada Minggu pagi sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan mereka, Devoured Straw, yang menargetkan situs militer, posisi, dan pengumpulan pasukan Israel.Kelompok tersebut melaporkan telah melakukan 42 operasi pada hari Sabtu saja, termasuk serangan terhadap posisi Israel di dalam wilayah pendudukan dan di sepanjang perbatasan Lebanon.Serangan tambahan yang diumumkan pada Minggu pagi termasuk serangan roket terhadap konsentrasi pasukan Israel di Ainata dan dekat permukiman Malikiya.
Hizbullah juga mengatakan telah meluncurkan serangan drone yang menargetkan barak Zar’it tak lama setelah tengah malam.
Kemampuan yang Tak Terduga
Media Israel melaporkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan militer atas kemampuan operasional Hezbollah yang berkelanjutan.Menurut Channel 12, Kepala Komando Utara Mayor Jenderal Ravil Milo mengatakan dalam pertemuan tertutup bahwa militer telah "terkejut" oleh kemampuan Hizbollah membangun kembali kekuatannya setelah konfrontasi sebelumnya.Laporan tersebut menunjukkan penilaian Israel sebelumnya bahwa Hizbollah telah melemah secara signifikan adalah "terlalu optimis," dengan para pejabat sekarang mengakui keberadaan dan efektivitas operasional kelompok tersebut yang berkelanjutan.
Perkembangan terbaru ini terjadi seiring meningkatnya pertukaran lintas batas, dengan Hizbullah terus menargetkan posisi militer dan permukiman Israel, sementara Israel mempertahankan serangan udara di seluruh Lebanon selatan.
Serangan angkatan laut yang dilaporkan tersebut akan menandai peningkatan signifikan dalam dimensi maritim konfrontasi, mengingatkan pada insiden serupa selama perang tahun 2006.
Baca juga: Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, AS Dianggap Tidak Berdaya dan Gugup










