6 Tentara AS Tewas, Menhan Hegseth Akui Tak Semua Rudal dan Drone Iran Bisa Dicegat

6 Tentara AS Tewas, Menhan Hegseth Akui Tak Semua Rudal dan Drone Iran Bisa Dicegat

Global | inews | Jum'at, 6 Maret 2026 - 03:02
share

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengakui tak semua serangan udara Iran bisa dicegat oleh rudal sistem pertahanannya. Meski demikian, AS masih unggul di udara dibandingkan Iran dengan menguasai wilayah udaranya.

Hegseth mengklaim AS memiliki kendali atas wilayah udara Iran sehingga serangan-serangan udaranya bisa berjalan efektif.

Dia menegaskan AS mengeluarkan biaya dan kemampuan tak terbatas untuk meningkatkan sistem pertahanan udara guna melindungi pasukan dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah.

"Ini bukan berarti kita bisa menghentikan seluruh (serangan Iran), tapi kita memastikan pertahanan dan perlindungan pasukan semaksimal mungkin telah disiapkan sebelum kita melakukan serangan," ujarnya.

Komentar tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran semakin bertambah tentara AS yang tewas selama operasi militer terhadap Iran. Sejauh ini enam tentara tewas, termasuk di Kuwait.

Hegseth juga mengisyaratkan kemungkinan jangka waktu konflik yang lebih lama daripada yang sebelumnya disampaikan Presiden Donald Trump. Konflik dengan Iran, kata dia, bisa berlangsung 8 minggu, dua kali lipat dari perkiraan yang disampaikan Trump yakni 4 hingga 5 minggu. 

Bahkan dokumen Departemen Pertahanan (Pentagon) yang dilaporkan Politico, perang bisa berlangsung hingga 6 bulan atau hingga September.

“Anda bisa mengatakan 4 minggu, tapi bisa 6, bisa 8, bisa 3. Pada akhirnya, kita yang menentukan kecepatan dan tempo. Musuh tidak seimbang, dan kita akan terus membuat mereka tidak seimbang,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pentagon terus menambah kekuatan ke Timur Tengah, termasuk jet tempur dan pesawat pengebom.

Topik Menarik