Video Viral Seorang Pilot F-15 AS yang Ditangkap Iran Ternyata Ini Faktanya
Satu video viral yang mengklaim menunjukkan pilot F-15 AS yang ditangkap di Iran kini diidentifikasi sebagai rekaman lama dari Perang Irak. Kabar itu diungkap akun Instagram @iran.official_news.
Klip tersebut telah dibagikan secara luas di media sosial dengan keterangan yang menyesatkan, menciptakan kebingungan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Namun, analisis menunjukkan video tersebut bukan video terbaru dan tidak memiliki hubungan yang terverifikasi dengan peristiwa terkini di Iran.
Insiden seperti ini menyoroti bagaimana rekaman perang lama sering digunakan kembali dan disalahartikan selama konflik untuk memengaruhi persepsi publik.
Pemirsa disarankan untuk memverifikasi sumber dengan cermat sebelum membagikannya, karena informasi yang salah terus menyebar dengan cepat secara online.Sementara itu, kedua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle AS yang ditembak jatuh di Iran pada hari Jumat (3/4/2026) telah diselamatkan. Pernyataan itu diumumkan Presiden Donald Trump.
Pesawat tersebut ditembak jatuh selama misi tempur di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di barat daya Iran, sementara para pejabat hingga saat itu tetap bungkam tentang upaya penyelamatan.
Menurut media AS, satu awak pesawat ditemukan tak lama setelah kejadian, sementara pencarian terhadap perwira sistem senjata terus berlanjut sepanjang hari Minggu.
“KAMI MENEMUKANNYA! Rekan-rekan Amerika, selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah AS untuk salah satu perwira awak pesawat kami yang luar biasa, yang juga merupakan seorang kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang SELAMAT dan SEHAT!” tulis Trump di X, mengkonfirmasi laporan awak pesawat kedua akhirnya ditemukan.
Trump mengatakan awak pesawat tersebut telah bersembunyi “di pegunungan Iran yang berbahaya” sambil “diburu oleh musuh-musuh kita.”
“Atas arahan saya, militer AS mengirimkan puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemputnya. Ia mengalami luka-luka, tetapi ia akan baik-baik saja,” tambah Trump.
Baca juga: Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, AS Dianggap Tidak Berdaya dan Gugup










