AS Usul Gencatan Senjata tapi Ditolak Iran, Sialnya Lagi 2 Jet Tempur Amerika Ditembak Jatuh

AS Usul Gencatan Senjata tapi Ditolak Iran, Sialnya Lagi 2 Jet Tempur Amerika Ditembak Jatuh

Global | sindonews | Sabtu, 4 April 2026 - 09:21
share

Iran secara resmi menolak proposal dari Amerika Serikat (AS) untuk gencatan senjata 48 jam. Penolakan Teheran ini diungkap Al Jazeera, Sabtu (4/4/2026), setelah dua jet tempur Washington; F-15E Strike Eagle dan A-10, ditembak jatuh selama pertempuran melawan Iran pada hari Jumat.

Penolakan proposal gencatan senjata ini menyoroti pengerasan posisi Teheran yang berkelanjutan di tengah situasi regional saat ini.

Baca Juga: Jumat Apes bagi Amerika: 2 Jet Tempur AS Ditembak Jatuh Iran dalam Pertempuran, 1 Awak Hilang

Proposal gencatan senjata 48 jam itu disampaikan AS pada hari Rabu lalu melalui negara perantara. Al Jazeera mencatat bahwa negara spesifik yang bertindak sebagai perantara "tidak disebutkan namanya" dalam laporan sumber asli, yang mengutip sumber mengenai komunikasi jalur belakang.

Kegagalan upaya diplomatik ini bertepatan dengan peningkatan tajam dalam permusuhan militer. Pasukan khusus Amerika dilaporkan telah berhasil menyelamatkan satu dari dua awak dari jet tempur F-15E Strike Eage AS yang ditembak jatuh pasukan Iran, menurut tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut dan dikutip CNN.

Awak yang diselamatkan dilaporkan masih hidup dan telah ditempatkan "dalam tahanan AS dan menerima perawatan medis", sebagaimana dikonfirmasi oleh dua sumber. Namun, awak kedua masih hilang.CNN melaporkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Detail teknis yang diberikan oleh sumber AS mengonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh itu adalah jet tempur F-15E Strike Eagle.

F-15E adalah pesawat dwifungsi yang dirancang untuk menjalankan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Pesawat ini secara tradisional dioperasikan oleh tim dua orang yang terdiri dari seorang pilot dan seorang petugas sistem senjata. Pejabat militer terus memantau situasi sementara pencarian personel yang tersisa terus berlanjut.

Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan setelah laporan awal dari berbagai media AS, termasuk The Wall Street Journal, yang mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh. Analisis CNN terhadap gambar yang dirilis oleh media Iran memverifikasi bahwa puing-puing tersebut sesuai dengan F-15, sementara The Wall Street Journal mengutip lembaga penyiaran negara Iran; IRIB, yang pertama kali melaporkan pada hari Jumat bahwa jet tersebut telah menjadi sasaran tembak.

Lebih lanjut, IRIB membagikan peta di X, melingkari wilayah spesifik tempat perburuan dua pilot Amerika telah dilakukan sejak pagi hari.

Meskipun lokasi jatuhnya pesawat yang sebenarnya belum dikonfirmasi, CNN berhasil melacak lokasi dari sebuah jembatan di atas Sungai Karoon di Provinsi Khuzestan, sekitar 470 km selatan Teheran, yang menunjukkan pesawat dan helikopter terbang rendah dalam formasi yang lazim dalam operasi pengisian bahan bakar di udara.

Insiden ini menandai pertama kalinya pesawat AS jatuh di Iran selama konflik saat ini. Media AS, Axios, juga mengonfirmasi bahwa misi penyelamatan sedang berlangsung, sementara media Iran mulai menyebarkan foto-foto puing, termasuk sirip ekor pesawat yang mengidentifikasi jet tersebut sebagai milik Skuadron Tempur ke-494 "LN" yang berbasis di RAF Lakenheath di Inggris.

Meskipun ada bukti puing-puing yang dipublikasikan dan pencarian yang sedang berlangsung, militer AS dan Gedung Putih belum secara resmi berkomentar tentang status pilot atau keadaan kecelakaan tersebut. IRIB terus menyatakan bahwa "nasib para pilot saat ini belum jelas" seiring perkembangan situasi.

Topik Menarik