Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Pria Paruh Baya di Bekasi Ditangkap

Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Pria Paruh Baya di Bekasi Ditangkap

Nasional | sindonews | Jum'at, 3 April 2026 - 08:52
share

Polres Metro Bekasi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap seorang pria di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestro Bekasi.

“Sudah (ditangkap pelakunya),” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni dikutip Jumat (3/4/2026).

Sumarni belum merincikan terkait sosok dan kronologi penangkapan terhadap pelaku. Sumarni menerangkan, pihaknya akan melakukan konferensi pers terkait kasus tersebut.

Sebelumnya, seorang kakek menjadi korban setelah diserang orang tak dikenal saat hendak menunaikan Salat Subuh di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, Senin, 30 Maret 2026 dini hari.

Baca juga: Perkuat Intelijen, Panglima TNI Tunjuk 2 Brigjen Duduki Jabatan Strategis di BIN pada Mutasi Maret 2026Berdasarkan rekaman kamera pengawas di lokasi, serangan terjadi secara tiba-tiba. Korban yang berjalan kaki menuju musala dibuntuti dua pelaku yang berboncengan sepeda motor dan mengenakan helm tertutup.

Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh korban, lalu melarikan diri. Warga menyebut, sebelum beraksi, pelaku sempat berkeliling di sekitar kompleks untuk mengamati situasi.

Lihat video: Komisi III Gelar RDPU dengan Polda Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

"Pelaku dua orang pakai satu motor, helmnya tertutup rapat. Mereka sepertinya sudah memantau korban dari tadi," ujar Jefi Samhadi, salah seorang warga, Selasa, 31 Maret 2026.

Saat kejadian, korban yang masih dalam masa pemulihan akibat stroke berjalan perlahan. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penyerangan. Akibat insiden itu, korban mengalami luka bakar di bagian wajah hingga tubuh dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Warga sekitar mengenal korban sebagai pribadi pendiam dan tidak memiliki konflik dengan siapa pun. Hal ini membuat motif penyiraman air keras tersebut masih menjadi misteri. “Dia orangnya tertutup, habis salat biasanya langsung pulang. Tidak pernah ada masalah. Jadi kami bingung kenapa bisa jadi korban,” kata Jefi.

Insiden ini pun menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga menyebut aksi serupa sudah terjadi beberapa kali, namun sebelumnya hanya menyasar kendaraan. “Ini sudah ketiga kalinya. Dulu mobil yang disiram, sekarang orang. Jelas kami jadi resah,” ujarnya.

Topik Menarik