Inflasi Jakarta pada Maret Lebih Rendah Dibanding Nasional
Inflasi Jakarta pada Maret 2026 tercatat 3,37 melandai 0,51 dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,91. Salah satunya disebabkan berkurangnya faktor base effect diskon tarif listrik pada awal 2025.
Kepala Kantor Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan mengakui catatan inflasi Maret 2026 lebih rendah dibandingkan inflasi nasional. “Tekanan inflasi tahunan antara lain dipengaruhi oleh berkurangnya faktor base effect diskon tarif listrik pada awal 2025 yang semakin terbatas,” kata Iwan, Jumat (3/4/2026).
Iwan melanjutkan catatan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan sebesar 1,46 (mtm), melandai dari 2,23 (mtm).
Baca juga: Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41, BPS Sebut Terkendali
Berbeda, catatan pada kelompok pakaian dan alas kaki justru naik menjadi 1,15 dari sebelumnya 0,30. Serta transportasi yang mencatatkan inflasi 0,41 dari deflasi 0,35. “Peningkatan berasal dari komoditas celana panjang jeans pria dan celana pendek pria. Sementara transportasi dipicu penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Maret 2026 dan kenaikan tarif angkutan antarkota seiring tingginya permintaan perjalanan,” jelasnya.
Lihat video: Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Nasional Tumbuh Lebih Tinggi, Tingkat Inflasi Aman?
Selama Ramadan–Idulfitri kemarin, Iwan menuturkan jika TPID DKI Jakarta memperkuat stabilisasi harga melalui pasar murah dan program pangan bersubsidi, penguatan pasokan dari panen urban farming, serta kerja sama BUMD pangan dengan produsen.“Kelancaran distribusi dijaga melalui truk keliling BUMD dan fasilitasi distribusi pangan dari Bank Indonesia untuk memperluas jangkauan Pasar murah,” tambahnya.
Meskipun menurun, Iwan menegaskan pihaknya bersama Pemprov DKI bersiaga menjaga ancaman inflasi selanjutnya terutama potensi terjadinya fenomena El Nino kuat (Godzilla El Nino) yang diprediksi berlangsung pada periode Mei hingga November 2026 dan berpotensi menyebabkan kekeringan panjang, khususnya di wilayah Selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
Hakim Praperadilan Ingatkan Kubu Gus Yaqut dan KPK: Persidangan Ini Tidak Ada Transaksional
“Dengan sinergi yang diperkuat dalam TPID Provinsi DKI Jakarta, inflasi DKI Jakarta diharapkan akan terkendali dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 di sepanjang 2026,” tutupnya.










