Mobil Hybrid Terbakar Lagi? Chery Buka Suara Soal Insiden di Tol Japek
Insiden mobil terbakar kembali memicu kekhawatiran publik, kali ini melibatkan unit hybrid yang sedang dalam perjalanan internal—bukan milik konsumen.
PT Chery Sales Indonesia akhirnya buka suara terkait kasus viral yang diduga melibatkan Chery Tiggo Cross CSH yang terbakar di Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Maret 2026. Peristiwa ini terjadi saat kendaraan dikirim dari dealer menuju area penyimpanan, bukan dalam penggunaan pelanggan. Dalam pernyataan resminya, Chery menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Investigasi awal langsung dilakukan di lokasi dengan mengikuti standar inspeksi global,” tulis keterangan resmi Chery.
Menurut Chery, kendaraan masih beroperasi normal tanpa notifikasi kesalahan pada dashboard sebelum insiden terjadi. Pengemudi kemudian menepi setelah melihat munculnya asap dari bagian depan kendaraan.
Hasil investigasi awal menunjukkan sumber asap berasal dari area depan mobil, bukan dari sistem baterai atau kelistrikan utama yang umumnya berada di bagian bawah tengah hingga belakang kendaraan.
Dengan kata lain, indikasi awal belum mengarah pada kegagalan sistem hybrid.Namun, Chery juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor eksternal. “Kemungkinan keterlibatan material luar atau benda asing masih dalam pendalaman,” menjadi penegasan penting dalam investigasi yang masih berjalan.
Secara teknis, ini menjadi poin krusial. Dalam kendaraan hybrid modern, sistem baterai tegangan tinggi dirancang dengan proteksi berlapis. Jika sumber insiden bukan dari area tersebut, maka potensi masalah bisa berasal dari komponen konvensional seperti ruang mesin, sistem pendingin, atau bahkan faktor eksternal.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sepanjang 2025, sejumlah insiden serupa terjadi di Indonesia, baik pada mobil listrik maupun hybrid.
Pada 5 Juli 2025, sebuah Wuling Air EV terbakar di persimpangan Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Lalu pada 18 Desember 2025, Wuling Binguo EV terbakar di Penjaringan, Jakarta Barat, diduga akibat masalah instalasi listrik saat pengisian daya.Kasus lain melibatkan BYD Seal pada Mei 2025 di Palmerah, Jakarta Barat, yang mengeluarkan asap tebal akibat indikasi korsleting pada aki tegangan rendah.Untuk kendaraan hybrid, dua kasus tercatat pada Toyota Innova Zenix Hybrid sepanjang 2025.
Pertama di Bengkulu, di mana mobil terbakar dari bagian kap mesin saat melintas di Jalan Sutoyo.
Kedua di Jakarta Utara, ketika kendaraan mengeluarkan asap dan percikan api setelah keluar dari Tol PIK.
Jika ditarik ke analisis pasar, meningkatnya kasus ini sejalan dengan pertumbuhan pesat kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Semakin banyak unit beredar, maka probabilitas insiden—baik akibat teknis, human error, maupun faktor eksternal—ikut meningkat.
Namun, penting dicatat bahwa tidak semua insiden berkaitan langsung dengan baterai, yang selama ini sering menjadi sorotan utama. Banyak kasus justru menunjukkan potensi masalah pada sistem pendukung atau faktor non-elektrikal.
Transparansi seperti yang dilakukan Chery menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik. Investigasi menyeluruh dan komunikasi terbuka akan menentukan persepsi konsumen terhadap teknologi hybrid dan listrik ke depan.
Saat ini, tim teknis Chery masih melakukan investigasi komprehensif dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Hasil final akan menjadi kunci untuk memastikan apakah insiden ini murni faktor teknis atau kombinasi variabel lain.










