5 Bahaya Mengintai dari Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, Nomor 1 Paling Berisiko!
Belakangan beredar kabar ikan sapu-sapu banyak dipakai untuk membuat bahan membuat makanan seperti siomay. Tentu saja hal tersebut membuat khawatir publik.
Selama ini ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai ikan “pembersih” di perairan, bahkan kerap dipelihara di akuarium. Namun di balik reputasinya itu, ikan ini menyimpan berbagai fakta menarik yang belum banyak diketahui.
Di beberapa daerah, ikan ini bahkan sempat dikonsumsi karena jumlahnya melimpah. Namun, di balik itu, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga : Layanan Kanker di Indonesia Terus Diperkuat Lewat Kolaborasi Internasional
Berikut lima risiko kesehatan mengonsumsi ikan sapu-sapu yang penting untuk diketahui, dirangkum iNews Media Group, Rabu (1/4/2026).1. Paparan Logam BeratIkan sapu-sapu memiliki kemampuan menyerap logam berat dari lingkungan tempat hidupnya. Zat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium dapat menumpuk dalam tubuh ikan.Jika dikonsumsi, logam berat ini bisa menyebabkan gangguan sistem saraf, kerusakan ginjal, penurunan fungsi hati.Menurut World Health Organization, paparan logam berat dalam makanan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika terjadi dalam jangka panjang.
2. Risiko Keracunan dari LimbahKarena hidup di perairan yang sering tercemar, ikan sapu-sapu berpotensi mengandung berbagai zat beracun seperti limbah industri dan bahan kimia.Dampaknya bagi tubuh antara lain keracunan makanan, mual dan muntah hingga gangguan pencernaan. Zat-zat ini tidak selalu hilang meskipun ikan sudah dimasak dengan suhu tinggi.
Baca Juga : Dari 2.220 ke 146 Kasus: Campak Turun Tajam, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
3. Infeksi Bakteri dan ParasitLingkungan hidup ikan sapu-sapu yang kotor membuatnya rentan membawa bakteri dan parasit berbahaya. Jika tidak diolah dengan benar, konsumsi ikan ini bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan, diare, dan penyakit akibat bakteri seperti Salmonella. Risiko ini lebih tinggi jika ikan berasal dari sungai yang tercemar.
4. Penumpukan Racun dalam Tubuh (Bioakumulasi)Salah satu bahaya terbesar adalah efek bioakumulasi, yaitu penumpukan zat berbahaya dalam tubuh manusia akibat konsumsi berulang.Menurut Food and Agriculture Organization, kontaminan dalam ikan dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko gangguan organ vital, masalah hormon dan penyakit kronis. Efek ini biasanya tidak langsung terasa, tetapi muncul dalam jangka panjang.
5. Risiko Karsinogenik (Pemicu Kanker)Beberapa zat beracun yang mungkin terkandung dalam ikan sapu-sapu bersifat karsinogenik, atau dapat memicu kanker.Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker hati, kanker ginjal dan gangguan sel tubuh. Hal ini terutama terjadi jika ikan berasal dari perairan yang sangat tercemar limbah kimia.










