Hemat BBM Efek Perang AS-Iran, Prabowo Beri Lampu Hijau WFH Jadi Opsi

Hemat BBM Efek Perang AS-Iran, Prabowo Beri Lampu Hijau WFH Jadi Opsi

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 13 Maret 2026 - 20:46
share

Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah terhadap harga energi dunia. Rencana tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). Dalam arahannya, Prabowo menilai gejolak harga minyak mentahglobal imbas pecahnya perang Amerika Serikat (AS) versus Iran dapat berdampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk pada harga pangan. Karena itu pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM. “Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo.

Baca Juga: Negara Tetangga Terapkan WFH demi Hemat BBM, Bahlil: Semua Alternatif Kita Pakai

Menurutnya, sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa. Sejumlah negara yang telah melakukan kebijakan penghematan energi diantaranya dilakukan oleh Thailand dan Vietnam yang mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.

Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas serta berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi. Prabowo pun menyinggung langkah yang dilakukan oleh Pakistan sebagai contoh kebijakan penghematan yang cukup ketat. Dalam paparannya kepada jajaran kabinet, ia bahkan menunjukkan slide berisi sejumlah langkah yang disebut sebagai “critical measures” oleh pemerintah Pakistan. Negara tersebut menerapkan kebijakan mirip seperti saat pandemi COVID-19, di mana kantor pemerintah dan swasta memberlakukan WFH bagi sekitar 50 pegawainya. Selain itu jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu. “Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo.

Baca Juga: Stok BBM Indonesia Cukup untuk 23 Hari, Bahlil: Nggak Perlu Panic Buying

Selain kebijakan tersebut pemerintah Pakistan juga memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan 60 kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pemerintahnya juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan. “Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya. Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi. Meski demikian Prabowo menegaskan, berbagai kebijakan tersebut baru sebatas contoh yang bisa dipelajari oleh pemerintah Indonesia sebelum memutuskan langkah yang akan diterapkan di dalam negeri. “Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” ujarnya.

Topik Menarik