Luhut Ungkap Informasi Intelijen: Drone Bawah Air Iran Siap Hancurkan Kapal Tanker AS
Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, informasi intelijen yang menyebut Iran telah mengembangkan teknologi drone bawah air yang berpotensi digunakan untuk menyerang kapal tanker Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz.
Luhut mengatakan, situasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat saat ini sangat fluktuatif dan penuh ketidakpastian. Salah satu perkembangan terbaru yang menjadi perhatian adalah munculnya kemampuan drone bawah air milik Iran yang diklaim dapat digunakan untuk menyerang kapal di perairan strategis tersebut.
Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima dari berbagai sumber, Iran saat ini mengembangkan drone murah dengan kemampuan serangan jarak jauh hingga sekitar 2.000 kilometer dan dilengkapi sistem navigasi berbasis GPS.
Baca Juga: AS Serang Kapal Induk Drone Iran, Rilis Video Bukti
"Dari laporan sumber-sumber yang kami dapat, drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air. Mereka membuat drone yang murah, bisa 2.000 kilometer, GPS targeted, kapan saja bisa diluncurkan," ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, strategi tersebut dinilai mirip dengan pola perang gerilya karena menggunakan teknologi relatif sederhana namun efektif untuk menekan lawan dengan biaya rendah. "Ini seperti perang gerilya. Mereka membuat drone yang murah tetapi efektif," kata Luhut.
Dalam perkembangan lain, Luhut juga menyebut Angkatan Laut Iran sempat menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, sejumlah kapal Angkatan Laut Iran dilaporkan berhasil dihancurkan.
Meski demikian, konflik tetap memanas setelah Iran dikabarkan melakukan serangan terhadap kapal tanker Amerika menggunakan drone bawah air. Salah satu kapal tanker AS bahkan dilaporkan terbakar setelah serangan tersebut.
Selain itu, Luhut menyebut sistem komando militer Iran juga menjadi target pengeboman dalam rangkaian operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat. Baca Juga: Iran Pamer Drone Canggih Mohajer yang Mampu Serang IsraelMenurut informasi yang ia terima dari pihak Amerika, militer AS kini tengah menyiapkan serangan lanjutan yang lebih terarah dengan menggunakan pesawat pembom strategis seperti Boeing B-52 Stratofortress, setelah sebelumnya mengerahkan Northrop B-2 Spirit.
Dengan perkembangan tersebut, Luhut menilai dinamika konflik di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi terus berubah. "Saya pikir situasinya masih fluktuatif," ujarnya.









