Puasa Kok Berat Badan Malah Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Puasa Kok Berat Badan Malah Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 5 Maret 2026 - 06:30
share

Puasa di Bulan Ramadan identik dengan waktu makan yang berubah, yaitu sahur di pagi hari, berbuka saat adzan Maghrib, lalu kegiatan malam hari yang padat. Perubahan ini membuat orang beristirahat dari makan dan minum, namun di bulan puasa justru banyak yang mengalami kenaikan berat badan.

Dikutip dari laman Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, ada beberapa faktor yang sering kali menjadi penyebab fenomena ini. Sehingga ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga berat badan stabil atau bahkan turun dengan sehat selama bulan Ramadan:

Pola Makan yang Tidak Seimbang saat Berbuka

Saat berbuka, tubuh lapar setelah seharian puasa dan secara alami ingin segera mengisi energi. Jika langsung menyantap makanan tinggi lemak, tinggi gula, atau porsi besar, tubuh akan mengalami lonjakan gula darah, lebih mudah menyimpan kalori sebagai lemak tubuh, dan menghasilkan lebih banyak insulin yang memicu penimbunan lemak.

Untuk itu, disarankan buka puasa dengan kurma dan air putih dulu, lalu beri jeda 10–15 menit sebelum makan makanan berat. Ini membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi kemungkinan makan berlebihan.Baca Juga : Menkes Budi Gunadi Ajak Masyarakat Berbuka dengan Kurma, Lebih Sehat dari Sirup

Minuman Manis & Takjil yang Tinggi Kalori

Kolak, es buah, minuman bersoda, dan makanan tinggi gula lainnya memang nikmat, tetapi kalori dan gula yang terkandung sering kali lebih tinggi dari yang dibayangkan. Minuman manis menambah energi tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama, sehingga membuat tetap merasa lapar setelahnya.

Untuk itu, pilihlah minuman yang lebih sehat saat berbuka misalnya air putih, infused water, atau teh tanpa gula. Kalau ingin manis, batasi porsinya dan kombinasikan dengan makanan tinggi serat.

Makan Malam Terlalu Larut atau BeratSetelah berbuka dan salat Maghrib, biasanya ada acara makan malam lagi atau hidangan tambahan sebelum tidur. Padahal tubuh sudah menerima asupan cukup besar sejak berbuka.

Makan lagi dalam porsi besar di malam hari bisa membuat kalori yang masuk tidak termanfaatkan oleh aktivitas fisik, karena setelah salat Isya dan Tarawih biasanya akan tidur atau istirahat. Untuk itu, jika perlu makan malam lagi, buat porsinya kecil dan pilih makanan rendah kalori namun tinggi nutrisi seperti sup, salad, atau protein tanpa lemak.

Baca Juga : Sering Ngantuk Saat Puasa? Ini 8 Tips Agar Tetap Segar dan Fokus selama Ramadan

Gaya Hidup yang Kurang Aktif

Selama Ramadan, banyak orang cenderung beristirahat lebih banyak karena perubahan jam makan dan aktivitas malam. Aktivitas fisik yang menurun membuat tubuh membakar kalori lebih sedikit, sehingga energi yang masuk lewat makanan berlebih cenderung disimpan sebagai lemak.

Untuk itu disarankan lakukan aktivitas ringan secara rutin, seperti jalan kaki singkat setelah berbuka atau sebelum sahur, atau tarawih dan olahraga ringan di sela waktu.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan agar puasa tetap memberikan manfaat, namun tanpa harus mengalami kenaikan berat badan. Apalagi banyak orang pasti ingin tampil dengan ideal di hari lebaran.

Topik Menarik