Sebaran Riset 2025 IPB University: Pangan 43,5, Kesehatan dan Rekayasa Keteknikan 16,8
IPB University merilis sebaran bidang riset tahun 2025 yang menunjukkan dominasi bidang pangan sebesar 43,5 persen. Data ini menegaskan komitmen IPB University dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui riset berbasis sains dan inovasi.
IPB University memetakan sebaran bidang riset tahun 2025 dengan komposisi terbesar pada bidang pangan (43,5). Selain itu, bidang kesehatan dan produk rekayasa keteknikan masing-masing berkontribusi sebesar 16,8 persen. Sementara itu, bidang sosial humaniora mencapai 7,7 persen, kemaritiman 7,2 persen, material maju 5,4 persen, dan energi 2,6 persen.
Baca juga: Ini Khasiat Nanas Menurut Ahli Gizi IPB, Baik untuk Sendi, Imunitas, dan Pencernaan
Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menyampaikan bahwa dominasi bidang pangan mencerminkan jati diri dan mandat keilmuan IPB University sebagai perguruan tinggi berbasis pertanian dalam arti luas.
“Sebaran bidang riset IPB University pada tahun 2025 didominasi oleh bidang pangan (43,5). Kesehatan dan produk rekayasa keteknikan masing-masing 16,8,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (5/3/2026).Baca juga: Segini Kisaran Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor, Camaba IPB Cek!
Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan arah strategis riset IPB University yang tidak hanya fokus pada aspek pangan, tetapi juga bidang-bidang lain yang sangat strategis dalam menopang kehidupan manusia.
Ia menjelaskan bahwa penguatan riset pangan berkorelasi erat dengan pembangunan sistem agromaritim berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan global.
Baca juga: 6 PTN Buka Jalur Khusus Ketua OSIS 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
Lebih lanjut, Prof Ernan menuturkan bahwa kontribusi bidang sosial humaniora (7,7) dan kemaritiman (7,2) memperlihatkan pendekatan interdisipliner yang semakin kuat.
Di sisi lain, pengembangan material maju (5,4) dan energi (2,6) tetap menjadi bagian utama dalam mendukung transformasi teknologi dan industri berbasis sumber daya hayati.
Peneliti BRIN Minta Kaji Ulang Kebijakan Modifikasi Cuaca untuk Tangani Banjir dan Hujan Ekstrem
Dengan sebaran tersebut, IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan pembangunan agromaritim Indonesia secara berkelanjutan.










