Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang

Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang

Global | sindonews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 09:20
share

Pakistan dan Afghanistan, yang sama-sama negara Islam, kembali saling serang pada hari ke-8 Ramadan, Jumat (27/2/2026). Kedua pihak sama-sama mengeklaim telah menewaskan banyak tentara dalam konflik perbatasan terbaru ini.

Pakistan membombardir kota Kabul dan Kandahar di Afghanistan pada Jumat dini hari, beberapa jam setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan dalam apa yang dikatakan pemerintah Taliban sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan sebelumnya.

Baca Juga: Pakistan Bombardir Afghanistan di Tengah Ramadan, Puluhan Orang Tewas dan Luka

“Target pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Paktia, dan Kandahar,” tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X.

Di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, tim AFP mendengar suara jet tempur dan beberapa ledakan keras, diikuti oleh tembakan, selama lebih dari dua jam.

Seorang jurnalis AFP di kota Kandahar, Afghanistan selatan, tempat Pemimpin Tertinggi Hibatullah Akhundzada bermarkas, mengatakan dia mendengar suara jet tempur di atas kepalanya.Pemerintah Taliban mengonfirmasi serangan udara Pakistan, dengan juru bicara Zabihullah Mujahid mengatakan tidak ada korban jiwa.

Beberapa jam sebelumnya, Mujahid mengumumkan “operasi ofensif skala besar” di perbatasan sebagai tanggapan atas pelanggaran berulang oleh militer Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya tewas dalam serangan darat tersebut.

Seorang pejabat Afghanistan melaporkan beberapa warga sipil terluka di dekat perbatasan Torkham, di sebuah kamp untuk orang-orang yang kembali dari Pakistan.

“Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita kritis,” kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.

Kekerasan di Perbatasan selama Berbulan-bulan

Mujahid, juru bicara pemerintah Taliban, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa tentara Pakistan telah “ditangkap hidup-hidup”, sebuah klaim yang dibantah oleh kantor perdana menteri Pakistan di Islamabad.

Operasi militer ini menyusul serangan Pakistan di provinsi Nangarhar dan Paktika semalam hingga Minggu, yang menurut misi PBB di Afghanistan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.

Pemerintah Taliban mengatakan sedikitnya 18 orang tewas dan membantah pengumuman Pakistan bahwa operasi militer tersebut menewaskan lebih dari 80 militan.

Kedua pihak juga melaporkan adanya baku tembak lintas perbatasan pada hari Selasa, tetapi tanpa korban jiwa.Hubungan antara kedua negara tetangga tersebut memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan sebagian besar penyeberangan perbatasan darat ditutup sejak pertempuran mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.

Beberapa putaran negosiasi menyusul gencatan senjata awal yang dimediasi oleh Qatar dan Turki, tetapi upaya tersebut gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Arab Saudi turun tangan bulan ini, memediasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditangkap oleh Afghanistan pada bulan Oktober.

Islamabad menuduh Afghanistan gagal bertindak melawan kelompok militan yang melakukan serangan di Pakistan, yang dibantah oleh pemerintah Taliban.

Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke Afghanistan beberapa hari yang lalu setelah serangkaian ledakan bunuh diri yang mematikan.

Serangan tersebut termasuk serangan terhadap sebuah masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan diklaim oleh kelompok Islamic State atau ISIS.

Cabang regional kelompok militan tersebut, ISIS-Khorasan, juga mengeklaim serangan bom bunuh diri yang mematikan di sebuah restoran di Kabul bulan lalu.

Topik Menarik