Pakistan Nyatakan Perang Terbuka terhadap Afghanistan, Situasi Memanas!
Pakistan telah menyatakan "perang terbuka" terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan baru di sepanjang perbatasan kedua negara.
Eskalasi terjadi setelah Pakistan membombardir Kabul dan Kandahar di Afghanistan pada hari Jumat (27/2/2026), beberapa jam setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan dalam apa yang dikatakan pemerintah Taliban sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan awal pekan ini.
Baca Juga: Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang
"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," tulis Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif di X saat militer Pakistan meluncurkan operasi "Ghazab Lil Haq" terhadap Afghanistan.
Saat kekerasan meningkat, kedua militer mengatakan mereka telah membunuh puluhan tentara di pihak lain, membuat gencatan senjata yang dimediasi Qatar tampak semakin goyah.Klaim Afghanistan
Setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul, tetapi tidak ada informasi langsung tentang lokasi pasti serangan di ibu kota Afghanistan atau tentang potensi korban jiwa. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan Pakistan juga melakukan serangan udara di Kandahar di selatan dan di provinsi Paktia di tenggara.Beberapa jam sebelumnya, Afghanistan mengatakan militernya melancarkan serangan melintasi perbatasan ke Pakistan pada Kamis malam sebagai balasan atas serangan udara mematikan Pakistan di daerah perbatasan Afghanistan Minggu lalu, dan mengeklaim telah merebut lebih dari selusin pos militer Pakistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya juga tewas dalam serangan darat tersebut.
Seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa warga sipil terluka di dekat penyeberangan perbatasan Torkham, di sebuah kamp untuk orang-orang yang kembali dari Pakistan. "Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita serius," kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.
Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.
Klaim Pakistan
Menurut laporan Associated Press, militer Pakistan melakukan serangan udara yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas militer Afghanistan di provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia, yang diduga menghancurkan dua pangkalan brigade, tetapi mereka tidak menyebutkan adanya potensi korban jiwa.Pemerintah Pakistan, yang menggambarkan serangan udara Minggu lalu sebagai serangan terhadap militan yang bersembunyi di daerah tersebut, menggambarkan serangan Afghanistan pada Kamis malam sebagai serangan tanpa provokasi dan menolak klaim bahwa pos-pos militer telah direbut.
"Pertahanan Taliban Afghanistan menjadi target di Kabul, (provinsi) Paktia, dan Kandahar," tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di X, saat Islamabad meluncurkan Operasi Ghazab lil-Haq terhadap Taliban Afghanistan atas "penembakan tanpa provokasi" dari seberang perbatasan.
Stasiun televisi pemerintah Pakistan, PTV News, melaporkan bahwa pasukan Pakistan telah menargetkan instalasi militer penting Taliban Afghanistan di Kabul, Kandahar, dan Paktia. Laporan tersebut mengeklaim setidaknya dua markas brigade telah dihancurkan di Kabul dalam serangan tersebut, sementara satu markas korps dan satu markas brigade telah dihancurkan di Kandahar.
Laporan itu juga mengeklaim bahwa sebuah depot amunisi dan pangkalan logistik telah dihancurkan di Kandahar, dan sebuah markas korps telah dihancurkan di Paktia.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah mengutuk Taliban Afghanistan karena menargetkan warga sipil. Sebuah pernyataan yang di-posting oleh Naqvi, yang juga ketua Dewan Kriket Pakistan (PCB), di X mengatakan bahwa angkatan bersenjata Pakistan telah merespons dengan tepat terhadap agresi terbuka oleh Taliban Afghanistan.“Musuh pengecut itu menyerang dalam kegelapan malam. Taliban Afghanistan melakukan upaya keji untuk menargetkan warga sipil yang tidak bersalah,” katanya.
“Bangsa ini berdiri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata. Taliban Afghanistan melakukan kesalahan besar dengan menyerang. Mereka harus menghadapi konsekuensi serius. Kami tidak akan membiarkan keamanan kami dikompromikan,” katanya.
Perbedaan Jumlah Korban
Kedua pihak melaporkan angka korban yang sangat berbeda.Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan 55 tentara Pakistan telah tewas, termasuk beberapa yang jenazahnya telah dibawa ke Afghanistan, sementara beberapa lainnya ditangkap hidup-hidup. Mereka menyebutkan korban mereka sendiri sebanyak delapan orang tewas dan 11 lainnya terluka.
Kementerian itu mengatakan telah menghancurkan 19 pos tentara Pakistan dan dua pangkalan, dan bahwa pertempuran telah berakhir pada tengah malam, sekitar empat jam setelah dimulainya serangan.
Namun, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan jumlah tentara Pakistan yang tewas adalah dua orang, dengan tiga lainnya terluka. Dia mengatakan 36 personel Afghanistan dilaporkan tewas. Dalam sebuah unggahan di X, dia mengatakan Pakistan memberikan "tanggapan yang kuat dan efektif" terhadap apa yang disebutnya sebagai penembakan tanpa provokasi dari Afghanistan.
Mosharraf Ali Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, membantah bahwa ada tentara Pakistan yang ditangkap. Kemudian, dalam sebuah unggahan di X, dia menambahkan bahwa setidaknya 133 personel Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.Menurutnya, 27 pos Afghanistan juga dihancurkan dan sembilan orang ditangkap. Dia tidak menyebutkan di mana para korban tewas, dan hanya menambahkan, "Akan ada lebih banyak korban yang diperkirakan dalam serangan di target militer Kabul, Paktia, dan Kandahar."
Kedua belah pihak juga melaporkan adanya baku tembak di daerah perbatasan Torkham.
Otoritas Afghanistan sedang mengevakuasi kamp pengungsi di dekat perbatasan Torkham setelah beberapa pengungsi terluka, kata Qureshi Badlon, kepala Dewan Informasi dan Kesadaran Publik Torkham. Kementerian pertahanan mengatakan 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal di kamp tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak.
Di sisi perbatasan Pakistan, polisi mengatakan penduduk juga dievakuasi ke daerah yang lebih aman, sementara beberapa pengungsi Afghanistan yang telah menunggu untuk menyeberang kembali ke Afghanistan juga dipindahkan ke lokasi yang aman. Pakistan melancarkan penindakan besar-besaran terhadap migran pada Oktober 2023 dan telah mengusir ratusan ribu orang.
Polisi Pakistan mengatakan mortir yang ditembakkan dari Afghanistan telah mendarat di desa-desa terdekat, tetapi tidak ada laporan korban sipil. “Pakistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan serta keamanan warganya,” kata Kementerian Informasi Pakistan dalam sebuah unggahan di X.
Militer Afghanistan merilis rekaman video kendaraan militer yang bergerak di malam hari dan suara tembakan senjata berat. Mereka juga mengeklaim telah merebut beberapa pos rezim militer Pakistan. Video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Afghanistan juga mengeklaim pasukannya menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan. Mereka mem-posting video bangkai pesawat yang terbakar.Ketegangan telah tinggi antara kedua negara tetangga selama berbulan-bulan, dengan bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua belah pihak untuk melindungi warga sipil sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional. "Dan terus berupaya menyelesaikan perbedaan apa pun melalui diplomasi," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Kekerasan tersebut terjadi setelah ledakan di Kabul yang menurut pejabat Afghanistan dilakukan oleh Pakistan. Islamabad, pada saat itu, melakukan serangan jauh di dalam wilayah Afghanistan untuk menargetkan tempat persembunyian militan.
Gencatan senjata yang dimediasi Qatar antara kedua negara sebagian besar telah berjalan, tetapi kedua pihak masih sesekali saling baku tembak di perbatasan. Beberapa putaran pembicaraan perdamaian pada bulan November gagal menghasilkan kesepakatan formal.
Pada hari Minggu, militer Pakistan melakukan serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, dan mengatakan telah menewaskan sedikitnya 70 militan.
Afghanistan menolak klaim tersebut, dengan mengatakan puluhan warga sipil telah tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Kementerian Pertahanan Kabul mengatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Afghanistan.
Kekerasan militan telah meningkat di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar dituduhkan Pakistan kepada Taliban Pakistan atau TTP, dan kelompok separatis Baloch yang dilarang. TTP terpisah dari, tetapi bersekutu erat dengan Taliban Afghanistan. Islamabad menuduh TTP beroperasi dari dalam Afghanistan, tuduhan yang dibantah baik oleh kelompok tersebut maupun Kabul.









