Dua Siswi Papua Berhasil Tembus Pasar Kerja Sektor Keperawatan di Jepang

Dua Siswi Papua Berhasil Tembus Pasar Kerja Sektor Keperawatan di Jepang

Nasional | sindonews | Rabu, 25 Februari 2026 - 16:23
share

Dua siswi asal Papua berhasil lolos seleksi kerja skema Tokuteiginou atau Specified Skilled Worker untuk sektor perawatan lanjut usia (lansia). Keduanya lolos setelah mendapat pendampingan dari Lembaga pelatihan kerja dan bahasa Jepang, Hinata Indonesia di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Leader Administration Hinata Indonesia Sanggra Dwi Prayugo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan dengan salah satu SMK di Papua yang telah terjalin sejak Mei 2025.

“Sejak Mei 2025 kami menjalin kerja sama dengan salah satu SMK di Papua untuk menyiapkan siswa mengikuti program Tokuteiginou, khususnya pada bidang perawat lansia,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Jepang Buka Lowongan Kerja 150.000 Orang, dari Indonesia Paling Dicari

Sanggra menjelaskan, melalui kerja sama tersebut pihak sekolah merekomendasikan sejumlah siswa untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang serta pembekalan keterampilan perawatan lansia secara intensif di Hinata Indonesia.Dalam program tersebut, dua peserta asal Papua tercatat sebagai siswa Papua pertama di Indonesia yang lulus Program Tokuteiginou melalui Hinata Indonesia.

“Pelatihannya berlangsung sekitar tujuh bulan. Materinya meliputi penguatan kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis caregiving, serta pembinaan kesiapan kerja dan pemahaman budaya kerja di Jepang,” jelasnya.

Sementara itu, proses pendampingan siswa di Papua sejak tahap persiapan hingga seleksi dikoordinasikan oleh Feronika Munthe selaku penanggung jawab siswa dan siswi.

Lihat video: Kolaborasi MNC Bank dan Bank Rakyat Memudahkan Pekerja Migran Indonesia Mengirim Uang

Berdasarkan hasil rangkaian pelatihan tersebut, pada 7 Februari 2026, dua siswi asal Papua dinyatakan lulus wawancara kerja dengan perusahaan di sektor perawatan lansia untuk penempatan di Osaka. Kedua siswi tersebut merupakan pelajar asal Jayapura, yakni Arni Marthen dan Sopince Awatu.

Sanggra menambahkan, Hinata Indonesia telah mengantongi izin resmi sebagai Sending Organization (SO) serta izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.“Kami terus berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar internasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Keberhasilan dua siswi asal Papua ini menjadi salah satu bukti dari proses pembinaan yang kami jalankan,” ucapnya.

Sanggra berharap, capaian tersebut dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pelajar dari daerah, khususnya wilayah timur Indonesia, untuk memanfaatkan jalur resmi penempatan kerja ke luar negeri.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya, terutama dari Papua, agar berani mempersiapkan diri untuk berkarier di luar negeri melalui program yang legal dan terstandar,” katanya.

Topik Menarik