Konsumsi Kopi Setiap Hari Ternyata Mempengaruhi Otak, Ini Penjelasan Ahli
Kopi, teh, atau minuman lain yang mengandung kafein biasanya dikonsumsi orang pada pagi hari untuk membangun energi memulai hari. Tapi ternyata, kafein tidak hanya memicu rasa lebih berenergi.
Kafein sebenarnya bekerja secara langsung pada otak dengan memengaruhi suasana hati, fokus, kewaspadaan, bahkan cara kerja adenosin, neurotransmitter yang membuat orang merasa mengantuk. Beberapa manfaat yang ditimbulkan setelah meminum kopi di antaranya:
Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa, Biar Gak Dehidrasi
Membuat Otak Lebih Terjaga
Saat kafein masuk ke dalam darah, ia dapat melewati penghalang darah-otak dan langsung memengaruhi sistem saraf pusat. Cara kerjanya adalah dengan menghambat adenosin, molekul yang secara alami membuat kita merasa lelah.Ketika adenosin diblokir, sinyal mengantuk tidak bisa sampai ke otak seefisien biasanya, dan inilah yang membuat kita merasa lebih terjaga setelah minum kafein.
Dorongan Energi dan Fokus
Kafein juga mendorong pelepasan neurotransmiter lain seperti dopamin dan norepinefrin, yang berperan dalam kewaspadaan, fokus, dan mood positif. Efek ini bisa membuat banyak orang merasa lebih siap menghadapi tugas kerja, belajar, atau workout setelah konsumsi kafein meskipun efeknya bersifat sementara.Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan beberapa aspek fungsi kognitif terutama memori jangka pendek dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Itu karena kafein membantu otak tetap “aktif” dan mengurangi gangguan akibat rasa lelah.Namun, efeknya bisa berbeda tergantung individu berdasar tingkat toleransi, kebiasaan minum, dan sensitivitas pada kafein bisa membuat efeknya terasa lebih kuat atau lebih ringan.
Selain bermanfaat, kafein juga memberikan efek samping jika dikonsumsi berlebihan, di antaranya:
- Jantung berdebar
- Gelisah atau kecemasan
- Sulit tidur atau gangguan tidur- Sakit kepala pada beberapa orang
Efek-efek ini cenderung muncul terutama saat seseorang minum terlalu banyak kafein. Tubuh manusia memang dapat mengembangkan toleransi terhadap kafein seiring waktu.
Kafein bukanlah pengganti tidur atau nutrisi sehat. Meskipun dapat membantu untuk merasa lebih waspada dalam jangka pendek, kafein tidak memperbaiki penurunan kinerja otak akibat kurang tidur atau stres kronis.
Itu sebabnya, meskipun secangkir kopi bisa membantu kita untuk “menguat” sementara, namun kualitas istirahat dan pola hidup sehat tetap menjadi dasar kesehatan otak jangka panjang.










