Imbas Konten Sedekah Makanan, Taqy Malik  Pernah Jadi Incaran Polisi Arab Saudi

Imbas Konten Sedekah Makanan, Taqy Malik Pernah Jadi Incaran Polisi Arab Saudi

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 15 Februari 2026 - 12:15
share

YouTuber Taqy Malik kembali menjadi sorotan. Kali ini, ia disebut pernah menjadi incaran polisi Arab Saudi imbas konten sedekah makanan pada 2025 lalu.

Teman Taqy, Randy Permana menyebut perhatian otoritas keamanan setempat kepada Taqy karena dirinya dianggap melanggar aturan kerajaan. Sebab, sang YouTuber diduga melakukan donasi secara online tanpa izin resmi.

"Itu kasusnya dia jual makanan, sedekah makanan. Dan dia Story-nya dia itu tembus dilihat oleh pihak ada beberapa polisi intel di Madinah lah. Karena dia waktu berbagi itu, berbagi makanannya bukan di area masjid tapi di area Masjid Quba saat itu," kata Randy Permana melalui wawancara daring belum lama ini.

Baca Juga : Isu Masjid Dirobohkan Tuai Polemik, Taqy Malik Tegaskan Tak Ada Niat Menyesatkan

"Karena makanannya itu enggak sesuai lidah jamaah di sana, akhirnya banyak makanan yang kebuang di sana dan bikin kotor," sambungnya. Randy menyebut intelijen Madinah bahkan sudah mengantongi bukti-bukti kegiatan tersebut. Hal ini dipicu oleh banyaknya konten yang viral di media sosial sehingga memudahkan polisi melakukan pelacakan melalui biometrik visa.

"Dan itu akhirnya dicari siapa nih yang bagi-bagi di sini, ketika dicari tahu ya Taqy itu. Setelah itu dia langsung pindah ke Makkah. Nah ketika dia dicari sampai ke Makkah dan sekarang dia udah enggak pernah nge-pos-nge-pos lagi kan untuk wakaf Alquran ataupun sedekah makanan," lanjutnya.

Kekinian, Randy membongkar realita di balik bisnis wakaf Alquran yang dijalankan mantan suami Salmafina Sunan tersebut.

Baca Juga : Terkuak! Ini Alasan Bobon Santoso Pensiun dan Jual Akun YouTube Rp20 Miliar

Taqy diduga mengambil keuntungan yang sangat besar dari program wakafnya. Jika harga mushaf di toko sekitar 40 riyal (Rp180.000), Taqy disebut menjualnya kepada jamaah dengan harga 80 riyal atau sekitar Rp330.000.

"Dia menjual mushaf dengan harga Rp330.000, padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ujar Randy Permana.

"Sebenarnya kalau nipu enggak. Ya dia istilahnya dia membuka harga mushaf Rp330.000 terus dia akhirnya menyalurkan dengan beli mushaf yang murah, maksudnya yang tidak sesuai dengan wakaf. Sedangkan wakaf itu ya nominalnya berapa ya kita wakafkan sesuai nominal," tambahnya.

Lalu, apa tujuan Randy Permana membongkar kelakuan Taqy Malik?

Randy mengaku punya alasan spesifik berani membongkar kelakuan Taqy di Arab Saudi. Ia merasa dirugikan baik secara personal maupun lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi.

Saat mencoba menasihatinya, Randy mengklaim akun media sosialnya malah di un-follow serta mendapat sindiran pedas lewat sebuah unggahan.

"Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman, dia yang enggak tinggal di sini tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman," tegas Randy.

"Itulah alasannya kenapa saya mengangkat isu ini seperti itu. Jadi sekalian aja ya udah saya buka, bongkar semua apa yang realitanya tentang mushaf Alquran di Makkah-Madinah," pungkasnya.

Topik Menarik