Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan, Roy Suryo: Aneh Banget
Pakar Telematika Roy Suryo merespons pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2/2026). Dalam pemeriksaan itu, Jokowi dicecar sepuluh pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dirinya terkait tudingan ijazah palsu.
Roy Suryo merasa aneh dengan pendalaman yang dilakukan polisi terhadap Jokowi setelah berkas kasusnya itu dilimpahkan ke Kejaksaan dan sudah memasuki tahap P19.
“Katanya sudah dilimpahkan, dikembalikan, dan lucu banget ketika dikembalikan sekarang kita tahu sendiri kemarin Jokowi masih diperiksa lagi di Polresta Surakarta dengan 10 pertanyaan. Aneh banget, katanya sudah dilimpahkan, kok masih ada pertanyaan lagi,” ujar Roy di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Jokowi Ditanya 10 Pertanyaan oleh Penyidik saat Diperiksa di Polresta Solo
Pada Kamis (12/2/2026) ini, pihaknya menghadirkan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Peneliti Senior LIPI Mohammad Sobary sebagai ahli dalam kasus yang menjeratnya itu. Itu semua suatu koreksi yang benar terhadap berkas kasus tersebut.Namun, kata dia, dia merasa aneh lantaran Jokowi harus diperiksa kembali, malahan polisi masih mencari-cari bukti kembali di Jogja dan Solo. Padahal, polisi mengklaim sudah mengantongi 719 bukti, yang seolah membuktikan ketidakprofesionalannya dalam menangani kasus tersebut.
"Polisi juga katanya masih mencari bukti lagi ke Jogja dan ke Solo, katanya sudah ada 719 bukti, kemudian sudah ada katanya 120 sekian saksi, ada 22 ahli. Itu memang membuktikan tidak profesional, jadi itu mungkin mereka hanya bisa omong tok. Kalau menggur ngomong tok yo koyok radio, nek gur ngomong tok ya itu radio aja bisa ya," tuturnya.










