Dukung Transformasi Nasional Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru

Dukung Transformasi Nasional Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru

Nasional | sindonews | Minggu, 8 Februari 2026 - 18:25
share

Dalam semangat transformasi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menawarkan peta jalan Ekonomi Baru (The New Economy) bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026), AHY yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.

Baca juga: Transformasi Digital Harus Inklusif

"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," ujar AHY di hadapan puluhan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha.

Bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global, dia menguraikan lima pilar Ekonomi Baru yang konkret dan relevan:1. Infrastruktur Dasar & Keadilan: Bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

2. Perumahan Layak: Fokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

3. Konektivitas Fisik & Digital: Memperkuat persatuan nasional dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

4. Investasi Manusia: Prioritas pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.

5. Akselerasi Teknologi & AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.AHY mengingatkan bahwa tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu bukan sekadar jargon.

"Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” ucapnya.

Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang seperti pengusaha Chairul Tanjung, Otto Toto Sugiri, akademisi Prof Hermanto sebagai Rektor Perbanas Institute, Dr Yose Rizal dari CSIS, mantan Mendikbud Prof Moh Nuh, serta Dewan TIK Nasional Dr Ilham Habibie. Acara ini ditutup dengan arahan dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Topik Menarik