Jelang Tuntutan Kasus Doktif, Richard Lee Kutip Doa Nabi Yunus di Perut Paus

Jelang Tuntutan Kasus Doktif, Richard Lee Kutip Doa Nabi Yunus di Perut Paus

Seleb | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 03:46
share

JAKARTA - Kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang Undang Kesehatan yang menjerat Richard Lee akan memasuki babak baru. Setelah memberikan kesaksian sebagai terdakwa, sidang akan dilanjutkan dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Kamis, 12 November 2026.

Ditemui usai sidang hari ini, Rabu (5/11/2026), Richard mengaku pasrah dan memilih berserah diri kepada Tuhan menjelang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, ia mengaku ikhtiarnya di meja hijau sudah maksimal.

Sebelum melangkah ke ruang sidang hari ini, Richard mengaku sempat meminta restu sekaligus petuah dari guru-guru spiritualnya, termasuk Ustadz Derry Sulaiman dan Ustadz Hanan Attaki.

Wejangan para pendakwah tersebut membuatnya lebih tenang dan lapang dada menghadapi proses hukum.

"Sebelum saya ke tempat ini hari ini waktu pemeriksaan terdakwa, saya minta restu guru-guru saya. Guru saya memberikan pesan: terserah Allah saja semuanya. Semua sudah saya lakukan, semua bukti sudah saya kasih. Saya sudah bilang produk itu bukan punya saya, itu barang palsu, semua direkayasa, sudah saya sampaikan semuanya. Sisanya terserah Allah saja," ujar Richard Lee.

Tak hanya itu, suami Reni Effendi tersebut juga membaca doa yang dipesankan khusus oleh Ustadz Derry Sulaiman. Doa tersebut merupakan doa Nabi Yunus AS saat menghadapi ujian terberat di dalam perut ikan paus.

"Ustadz Derry menyampaikan kepada saya, lafalkan doa: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaalimiin'. Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim. Ini adalah doa Nabi Yunus di dalam perut ikan paus yang memohon pengampunan dan juga pertolongan kepada Allah," kata Richard dengan suara lirih.

'Perpanjangan tangan Allah di sini, dan saya yakin keadilan tidak boleh dibangun atas bukti yang tidak jelas asal-usulnya atau palsu. Sebab ketika bukti kehilangan kredibilitasnya, tuduhan tidak serta-merta berubah menjadi kebenaran," sambungnya.

Lebih lanjut, Richard menegaskan bahwa seluruh pembuktian hukum telah rampung. Dirinya kini tidak ingin terbebani dan menyerahkan nasibnya kepada ketetapan Sang Khalik.

"Kalian tanya tadi ke saya seberapa saya yakin... saya serahkan semuanya kepada Allah. Benar kata Ustadz Derry, guru-guru saya, Ustadz Hanan Attaki, udah tugas saya sudah selesai. Saya sudah ikhtiar yang terbaik, sisanya saya serahkan kepada Allah. Mau mengatakan saya bebas, enggak... ya kalau enggak, ya saya melakukan perlawanan terbaik lagi," imbuh Richard.
 

Topik Menarik