Penjualan Anjlok 48 Persen, Nasib Cybertruck Berada di Ujung Tanduk
Tesla akan mengurangi produksi Cybertruck di Texas mulai sekitar pertengahan 2027, setelah penjualan pikap listrik itu di Amerika Serikat merosot 48 persen.
CEO Tesla Elon Musk menyampaikan rencana tersebut melalui X, Jumat (6/11/2026). Kapasitas pabrik akan digunakan untuk meningkatkan produksi Cybercab, kendaraan swakemudi yang menjadi tumpuan ambisi taksi robot Tesla.
Menurut laporan Reuters, belum jelas apakah produksi Cybertruck akan dipindahkan atau dihentikan seluruhnya. Pabrik Austin merupakan satu-satunya fasilitas Tesla yang diketahui mampu membuat komponen khusus kendaraan tersebut. Tesla belum menanggapi permintaan komentar Reuters saat laporan diterbitkan.
Jauh dari target
Data Kelley Blue Book yang dikutip Reuters menunjukkan, penjualan Cybertruck di AS turun dari 38.965 unit pada 2024 menjadi 20.237 unit pada 2025. Padahal, sebelum peluncuran, Musk memperkirakan penjualan tahunan mencapai 250.000 unit.Artinya, penjualan di AS pada 2025 hanya sekitar delapan persen dari perkiraan tahunan tersebut. Cybertruck yang semula digadang-gadang menantang pikap General Motors dan Ford justru kesulitan memperluas pasar.
Cybertruck diperkenalkan pada 2019 dan mulai diserahkan kepada konsumen pada akhir 2023 setelah tertunda. Bentuk bersudut dan bodi baja nirkarat mengundang penggemar sekaligus kritik. Demonstrasi kaca yang diklaim tahan pecah saat perkenalannya justru berakhir dengan kaca retak.
Mantan CEO Aston Martin Andy Palmer menilai, lemahnya pencapaian penjualan membuat kelanjutan produksi sulit dibenarkan.
”Tidak masuk akal mempertahankannya ketika targetnya tidak tercapai,” kata Palmer kepada Reuters.
Desain Cybertruck juga membatasi peluang di luar pasar yang sudah dijangkaunya. Menurut Palmer, kendaraan tersebut sulit memenuhi aturan keselamatan benturan terhadap pejalan kaki di pasar seperti Eropa.Di sisi lain, analis otomotif Felipe Munoz mengingatkan bahwa masalahnya tidak terbatas pada Cybertruck. Pikap listrik dari Ford dan produsen lain juga kesulitan menarik pembeli di AS. Menurut dia, segmen tersebut belum populer di pasar Amerika.
Taruhan berikutnya
Pengalihan kapasitas produksi memperlihatkan prioritas baru Musk: menjadikan Tesla perusahaan kecerdasan buatan dan robotika, selain produsen kendaraan.
Cybercab menjadi salah satu tumpuannya. Kendaraan berpintu kupu-kupu itu tidak memiliki setir, pedal, maupun kaca spion. Musk membayangkannya sebagai model utama untuk memasok jaringan taksi robot global.
Menurut Reuters, Tesla mulai menawarkan perjalanan berbayar dengan armada kecil Cybercab di Austin pada September 2026, setelah bertahun-tahun target swakemudi Musk tertunda.Namun, ambisi memperbanyak armada masih berhadapan dengan pertanyaan keselamatan. Tesla harus menjawab pertanyaan badan keselamatan kendaraan AS mengenai apakah sertifikasi mandiri Cybercab telah dilakukan secara tepat untuk menunjukkan kepatuhan terhadap standar federal.
Kepala insinyur Cybertruck Wes Morrill menyebut teknologi kendaraan itu diteruskan melalui Cybercab. Pernyataannya memperkuat dugaan berakhirnya proyek Cybertruck, meskipun penghentian produksi secara menyeluruh belum dipastikan.
Cybertruck kehilangan ruang di Texas demi taruhan berikutnya. Namun, memperbesar produksi Cybercab belum dengan sendirinya menuntaskan persoalan keselamatan taksi robot Musk.







